Tim Ekspedisi Patriot UI Berangkat ke Papua Barat, Dorong Hilirisasi Pala dan Digitalisasi UMKM

Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:00:00 WIB
Tim Ekspedisi Patriot UI untuk Hilirisasi Produk (kiri-kanan): Salsabila Erlindita, S.Hum., Edelleit Rose, M.Hum., Bella Rose Simangunsong, S.Si., Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, Maulana Rizqi, S.E., dan Yusril Ikhtiar M., S.Hub.Int. Dok. Istimewa

NUSA AKSARA – Universitas Indonesia (UI) kembali mengambil bagian dalam Program Tim Ekspedisi Patriot yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Melalui program ini, UI mengirimkan 20 tim ke kawasan transmigrasi Werianggi–Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk menjalankan riset sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Pelepasan peserta dilakukan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setibanya di Manokwari, tim melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Windesi sebelum mencapai lokasi pengabdian di kawasan transmigrasi Werianggi–Werabur.

Salah satu tim yang diberangkatkan adalah Tim 7 Universitas Indonesia atau Tim 3 Kementerian Transmigrasi RI, yang akan tinggal bersama masyarakat selama empat bulan.

Fokus pada Hilirisasi Pala

Tim dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma bersama anggota Edelleit Rose, M.Hum., Salsabila Erlindita, S.Hum., Bella Rose Simangunsong, S.Si., Maulana Rizqi, S.E., dan Yusril Ikhtiar M., S.Hub.Int.

Mengusung tema “Hilirisasi Produk Pala Zero-Waste dan Digitalisasi UMKM Wondama Gold”, tim akan menjalankan sejumlah program yang dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komoditas unggulan daerah.

Program tersebut meliputi:

  • Penguatan produksi pala berbasis zero-waste
  • Digitalisasi UMKM Wondama Gold
  • Papua Creative Branding Initiative
  • Sekolah Pesisir “Petani Pala Berkelanjutan”
  • Festival Pala Wondama

Seluruh program disusun secara terintegrasi melalui pendekatan Pentahelix, yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Bangun Nilai Tambah Komoditas Lokal

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI, Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, mengatakan program ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menghadirkan inovasi yang lahir dari kebutuhan dan potensi daerah.

“Kami ingin bersama masyarakat membangun nilai tambah komoditas lokal, memperkuat kapasitas UMKM, dan menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga Werianggi–Werabur dapat berkembang sebagai kawasan transmigrasi yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Hendra.

Model Pemberdayaan Kawasan Transmigrasi

Melalui kolaborasi antara Universitas Indonesia, Kementerian Transmigrasi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, Program Ekspedisi Patriot diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Selain memperkuat hilirisasi komoditas pala dan digitalisasi usaha mikro, program ini juga diharapkan menjadi model pemberdayaan kawasan transmigrasi berbasis riset, inovasi sosial, serta penguatan potensi lokal yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.


(CHY)

Tags

Terkini