Prabowo Siapkan Sekolah Unggulan Berkurikulum IB, Bidik Standar Pendidikan Global

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:00:00 WIB
150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: Humas Kementerian Sekretariat Negara.

NUSA AKSARA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama untuk melahirkan riset, inovasi, penemuan, hingga paten yang dapat memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam pertemuan bersama 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut Presiden, kemajuan riset dan inovasi tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan yang diterima generasi penerus.

Hasil PISA Jadi Bahan Evaluasi

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyoroti posisi Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih berada di bawah sejumlah negara.

Namun, ia meminta hasil tersebut tidak dipandang semata sebagai kelemahan, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

"Kita terima ini sebagai katakanlah peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi," ujar Prabowo.

Presiden juga menyinggung bahwa capaian Indonesia dalam penilaian tersebut pernah berada pada posisi yang lebih baik pada periode 2003–2006 sebelum kemudian mengalami penurunan.

Menurutnya, kemampuan membaca dan matematika menjadi bagian yang perlu terus diperkuat.

Tantangan Pendidikan Indonesia Sangat Luas

Prabowo juga menilai tantangan pemerataan pendidikan Indonesia memiliki kompleksitas tersendiri.

Dengan wilayah yang luas dan satuan pendidikan yang tersebar hingga pegunungan, pulau terluar, dan daerah terpencil, pemerintah harus memastikan kualitas pendidikan tetap dapat dijangkau seluruh anak Indonesia.

"Indonesia punya 388 ribu sekolah, kalau tidak salah nanti dicek. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar, jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Prabowo.

Ia bahkan memberikan gambaran mengenai tantangan pemerintah daerah dalam mengawasi sekolah yang berada di wilayah terpencil seperti Miangas dan pulau-pulau lainnya.

Pendidikan Jadi Investasi untuk Inovasi

Menurut Prabowo, peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kemampuan Indonesia menghasilkan inovasi.

Pemerintah, kata dia, ingin meningkatkan investasi pendidikan agar generasi penerus memiliki kemampuan menghasilkan penemuan, terobosan, serta paten yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa.

"Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan," jelasnya.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah memperbaiki kondisi fisik sekolah sekaligus membangun sekolah-sekolah unggulan bagi peserta didik berprestasi.

Sekolah tersebut direncanakan menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) agar peserta didik memiliki standar pendidikan yang dapat mendukung mereka bersaing untuk melanjutkan studi di universitas terkemuka dunia.

Gandeng Universitas Terbaik Dunia

Untuk memperkuat kualitas pendidikan di sekolah unggulan, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan universitas-universitas terbaik di dunia.

Prabowo mengatakan kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui berbagai skema, termasuk joint maupun Kerja Sama Operasi (KSO) dengan perguruan tinggi di Indonesia.

"Kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia, kerja sama dengan universitas kita di sini," imbuhnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat transfer pengetahuan sekaligus memperluas akses peserta didik Indonesia terhadap standar pendidikan global.

Akui Investasi Riset Masih Terbatas

Di sisi lain, Prabowo mengakui investasi Indonesia dalam bidang research and development (R&D) masih belum optimal.

Karena itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan investasi tersebut sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang.

"Investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu," ujarnya.

Namun, peningkatan investasi pendidikan dan riset membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat.

Prabowo mengatakan pemerintah akan mencari ruang fiskal melalui efisiensi pengelolaan keuangan negara, termasuk dengan menekan praktik koruptif, penipuan, fraud, under-invoicing, dan mismanagement.

"Dana itu kita cari. Dana itu dari mana? Dari penghematan hal-hal korup, praktek-praktek koruptif, praktek-praktek penipuan, fraud, under-invoicing, mismanagement," pungkasnya.

Bagi pemerintah, investasi pendidikan dan riset bukan sekadar kebutuhan jangka pendek. Penguatan keduanya diposisikan sebagai fondasi untuk membentuk sumber daya manusia yang mampu menghasilkan inovasi sekaligus membawa Indonesia menuju negara yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Tags

Terkini