Dari Jamu ke Lifestyle Drink, Temulawak Kini Kembali Dilirik

Dari Jamu ke Lifestyle Drink, Temulawak Kini Kembali Dilirik
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSA AKSARA – Beberapa tahun terakhir, rak minuman sehat mulai dipenuhi berbagai bahan herbal lokal yang dulu identik dengan resep rumahan orang tua. Salah satunya adalah temulawak.

Tanaman rempah khas Indonesia ini kembali banyak dikonsumsi, terutama oleh masyarakat urban yang mulai lebih sadar menjaga kesehatan tubuh lewat bahan alami sehari-hari.

Bukan lagi sekadar jamu dengan rasa pahit yang “terpaksa diminum”, temulawak kini hadir dalam versi yang lebih ringan dan modern. Ada yang mengolahnya menjadi infused drink hangat, dicampur madu, lemon, hingga susu oat agar rasanya lebih nyaman di lidah.

Tren ini juga didorong meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan tubuh pascapandemi.

Dilansir dari Medical Daily, minat masyarakat terhadap bahan herbal alami terus meningkat, termasuk rempah yang dikenal memiliki kandungan antioksidan seperti temulawak.

Kandungan Alami yang Jadi Alasan Temulawak Kembali Populer

Temulawak diketahui mengandung kurkuminoid, senyawa alami yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Kandungan ini sering dikaitkan dengan perlindungan sel tubuh dari stres oksidatif akibat aktivitas harian maupun paparan lingkungan.

Sementara itu, National Institutes of Health juga menyebut senyawa alami dari tanaman herbal berpotensi membantu mendukung kesehatan tubuh jika dikonsumsi dengan tepat dan tidak berlebihan.

Meski begitu, banyak orang kini mengonsumsi temulawak bukan hanya karena manfaatnya, tetapi juga karena ritual kecil yang terasa menenangkan.

Minuman hangat berbahan rempah mulai dianggap sebagai bagian dari self care sederhana di rumah.

Dari Jamu Tradisional Menjadi Minuman Lifestyle

Yang menarik, cara menikmati temulawak juga ikut berubah.

Jika dulu identik dengan botol jamu tradisional, kini banyak orang mengolah temulawak menjadi minuman yang lebih praktis dan estetik. Disajikan hangat di pagi hari sebelum bekerja, atau diminum malam hari setelah aktivitas padat.

Rasa hangat khas temulawak dinilai cocok untuk membantu tubuh terasa lebih rileks, terutama saat cuaca sedang tidak menentu.

Di media sosial pun, minuman herbal mulai kembali populer sebagai bagian dari slow living dan wellness lifestyle yang banyak diminati generasi muda urban.

Tetap Tidak Bisa Menggantikan Pola Hidup Sehat

Meski memiliki berbagai kandungan alami, konsumsi temulawak tetap perlu dibarengi pola hidup seimbang. Tidur cukup, makan bergizi, olahraga, dan mengelola stres tetap menjadi faktor penting menjaga daya tahan tubuh.

Karena pada akhirnya, tubuh yang sehat bukan dibangun dari satu minuman saja, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus setiap hari.

Dan mungkin itu alasan kenapa temulawak kembali disukai banyak orang hari ini. Bukan hanya karena manfaatnya, tapi karena ia membawa kembali kebiasaan lama yang terasa lebih dekat, hangat, dan menenangkan di tengah hidup yang semakin cepat.

(CHY)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index