NUSA AKSARA – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun langsung memimpin operasi evakuasi korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kehadiran Syafii di lokasi bencana menjadi dorongan moral bagi tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta unsur masyarakat. Di tengah medan yang berat dan kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan tinggi, ia secara langsung mengoordinasikan strategi pencarian dan pembagian tugas di lapangan.
Syafii menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel dalam proses evakuasi, mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi. Ia meminta seluruh tim bekerja sesuai prosedur dan tetap mengutamakan standar keselamatan kerja.
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari alat berat, peralatan manual, hingga anjing pelacak untuk membantu menemukan korban yang diduga masih tertimbun material longsor. Proses pencarian dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian.
“Penyelamatan korban menjadi prioritas utama, namun keselamatan personel juga tidak boleh diabaikan. Koordinasi lintas instansi harus terus diperkuat agar penanganan darurat berjalan cepat dan efektif,” ujar Syafii di lokasi.
Selain memimpin evakuasi, Kepala Basarnas juga memaparkan hasil pengukuran terbaru terkait area longsoran. Berdasarkan data terkini, panjang aliran material longsor dari mahkota hingga ke lidah longsoran mencapai sekitar 2.009 meter atau hampir dua kilometer, lebih panjang dan kompleks dibandingkan perkiraan awal.
Syafii menjelaskan, saat cuaca cerah dan area pengamatan terbuka, tim menemukan adanya dua mahkota longsor. Temuan ini menunjukkan tingkat kerawanan yang lebih tinggi di kawasan tersebut.
“Awalnya titik mahkota longsor sudah diinformasikan dengan jelas. Namun setelah dilakukan pengamatan lanjutan, ternyata ditemukan dua mahkota longsor,” jelasnya.
Hingga kini, Basarnas bersama tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan pengukuran lanjutan guna memastikan keselamatan seluruh personel sekaligus mempercepat proses evakuasi dan penanganan bencana di wilayah terdampak.
Diketahui, bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari dan mengubur sedikitnya 30 rumah warga di Kampung Pasir Kuning. Lebih dari 100 warga dilaporkan hilang dan diduga masih tertimbun material longsor. (CTA)