Ini Pesan Dedi Mulyadi Terkait Longsor Cisarua: Semoga Kita Tersadarkan

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:00:00 WIB
Foto: tangkapan layar Instagram @dedimulyadi71

NUSA AKSARA – Bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) meninggalkan duka mendalam. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa serta kerugian material yang tidak sedikit.

Menanggapi bencana tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Instagramnya, @dedimulyadi71, menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh pihak agar menjadikan peristiwa longsor Cisarua sebagai pelajaran penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Menurut Dedi, bencana alam bisa menimpa siapa saja, bahkan tanpa adanya perbuatan langsung dari korban. Namun, perubahan fungsi lingkungan yang masif dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko bencana.

“Lereng-lereng gunung yang berubah menjadi tanaman sayur dan kebun bunga dengan sistem greenhouse serta penggunaan media plastik adalah fakta bahwa kita telah berbuat salah terhadap area perbukitan,” ujar Dedi.

Ia juga menyoroti alih fungsi lahan persawahan menjadi kawasan perumahan, pendangkalan sungai, hingga bantaran sungai yang berubah menjadi kawasan komersial. Kondisi tersebut, kata Dedi, menunjukkan sikap abai manusia terhadap keseimbangan alam semesta.

“Sudah saatnya kita berintrospeksi diri dan mengubah seluruh perilaku buruk yang menjadikan alam sebagai bahan eksploitasi tanpa mempertimbangkan keharmonisan dan keselarasannya,” tegasnya.

Dedi menekankan pentingnya kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus berani menyadari kesalahan dalam kebijakan tata ruang, sementara masyarakat juga perlu memahami bahwa tindakan yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan berujung pada bencana.

Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi di Cisarua dan sejumlah wilayah lain di Jawa Barat. Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat lebih menghormati alam sebagai tempat hidup bersama.

“Saya menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas peristiwa bencana yang terjadi di Cisarua dan diberbagai tempat di Provinsi Jawa Barat. Semoga kita menjadi manusia yang tersadarkan,” pungkasnya.

Diketahui, bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari dan mengubur sedikitnya 30 rumah warga. Lebih dari 100 warga dilaporkan hilang dan diduga masih tertimbun material longsor. (CTA)

Tags

Terkini