Mengenal Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil dan Risikonya

Rabu, 22 April 2026 | 14:00:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSA AKSARA – Diabetes gestasional merupakan kondisi meningkatnya kadar gula darah yang terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat dialami oleh ibu hamil meski sebelumnya tidak memiliki riwayat diabetes.

Kondisi ini umumnya muncul pada trimester kedua hingga ketiga dan membutuhkan pemantauan medis secara rutin.

Mengapa bisa terjadi

Dilansir dari Parents, selama kehamilan tubuh mengalami perubahan hormon yang memengaruhi cara tubuh memproses gula darah.

Hormon dari plasenta dapat menghambat kerja insulin, sehingga kadar gula dalam darah meningkat.

Dokter Rachel Newman menjelaskan bahwa kondisi ini memang berkaitan dengan proses alami dalam kehamilan.

"Plasenta juga menghasilkan hormon yang mencegah tubuh memproses glukosa, jadi jangan kecewa jika pengobatan anda perlu diubah selama kehamilan," kata Dr. Newman.

Gejala sering tidak terasa

Salah satu tantangan dari diabetes gestasional adalah gejalanya yang sering tidak disadari. Banyak ibu hamil tidak merasakan perubahan yang signifikan.

Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.

Menurut para ahli, skrining biasanya dilakukan pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu.

"Setiap ibu hamil menjalani skrining untuk diabetes gestasional antara minggu ke-24 dan ke-28," ujar Dr. Newman.

Risiko jika tidak terkontrol

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko komplikasi. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun perkembangan janin.

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi pertumbuhan bayi serta meningkatkan kemungkinan persalinan prematur.

Selain itu, ibu juga berisiko mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Pentingnya pola hidup sehat

Pengelolaan diabetes gestasional dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup. Pola makan sehat dan aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam pengendalian kondisi ini.

Dokter juga merekomendasikan konsumsi makanan bergizi serta menghindari makanan olahan tinggi gula.

"Semakin baik calon ibu dalam mengendalikan glukosa sebelum memasuki masa kehamilan, maka semakin besar kemungkinan kehamilan akan berjalan lancar," kata Dr. Newman.

Perlu pemantauan medis

Selain perubahan gaya hidup, beberapa kasus memerlukan pengobatan tambahan. Pemantauan rutin oleh tenaga medis membantu memastikan kondisi tetap terkendali.

Dilansir dari Parents, pengelolaan yang tepat dapat membantu menurunkan risiko komplikasi dan mendukung kehamilan yang lebih sehat.

(CHY)

Tags

Terkini