Sutradara Light Pillar Xu Zao Siapkan Film Animasi Bertema AI Easy, My Friend

Selasa, 29 September 2026 | 19:00:31 WIB
Sutradara Xu Zao mengembangkan film animasi bertema AI berjudul "Easy, My Friend" setelah film perdananya, "Light Pillar", tayang di Pingyao International Film Festival.

NUSAAKSARA.COM — Sutradara animasi Xu Zao menyiapkan proyek lanjutan bertema kecerdasan buatan berjudul "Easy, My Friend" setelah film perdananya, "Light Pillar", berlaga di Pingyao Crouching Tiger Hidden Dragon International Film Festival. "Light Pillar" masuk seleksi Hidden Dragons untuk film berbahasa Mandarin dan masih mencari distributor di China. Naskah "Easy, My Friend" ditargetkan rampung Juli mendatang.

Premis Light Pillar: Dunia Nyata Animasi 2D, Dunia Game Live-Action

"Light Pillar" mengikuti Zha, pekerja di studio film tua di China utara yang jatuh cinta pada pemain perempuan yang ia temui di sebuah game virtual. Sang perempuan mengajaknya bertualang ke bulan, tetapi tiket perjalanan yang dibeli Zha dengan uang hasil kerja sampingan itu ternyata tidak valid.

Xu membalik logika umum antara dunia nyata dan virtual. Dunia game diperankan aktor live-action yang dipimpin Da Peng dan Qing Yi, sementara dunia nyata sepenuhnya disajikan dalam animasi 2D.

"Aku melakukannya supaya tidak repot. Kalau aku syuting aktor manusia, aku bisa menghemat waktu untuk memikirkan cara mendesain dan menggambar dua dunia yang berbeda," kata Xu kepada Variety.

Pengambilan gambar live-action untuk dunia virtual hanya memakan lima hari, yang mempercepat produksi secara signifikan.

Kisah di Balik Layar: Penipuan Telekomunikasi hingga Kolaborasi dengan Da Peng

Xu mengaku film ini juga mengambil inspirasi dari kasus nyata penipuan telekomunikasi yang dijalankan remaja, sebuah kejahatan yang marak terjadi. Sebagai penikmat film, ia menyelipkan sejumlah referensi, termasuk komedi aksi Stephen Chow "Kung Fu Hustle", "Let the Bullets Fly" karya Jiang Wen, dan klasik China "Journey to the West".

Aktor Da Peng, yang memerankan sekaligus mengisi suara Zha, juga bertindak sebagai co-producer. Keduanya bertemu di CFDG Young Shoots Project 2023, tempat Da Peng duduk di jajaran juri. Xu mendekatinya dengan satu tujuan: menjadikannya pemeran utama.

"Da Peng aktif membantu sutradara baru. Aku cuma mengirim naskahnya, dan dia mengajakku bicara lebih lanjut. Dia menanyakan semua pertanyaannya, lalu kami sepakat," ujar Xu. "Dia cocok dengan Zha, dari usia, aura, sampai peran-peran sebelumnya. Kombinasi sempurna."

Pandangan Xu Zao soal AI dan Masa Depan Industri Film

Studio film yang mulai usang dalam "Light Pillar" membawa nada melankolis soal kondisi industri film di tengah kemajuan AI. Xu tidak melihat teknologi hari ini sebagai penyebab kemunduran industri.

"Itu hanya perubahan metode bercerita atau pergantian alat, tapi pembuatan film itu sendiri tetap sama intinya, pada akhirnya kita hanya menilai filmnya," kata Xu. "Anak-anak kerabatku berbicara dengan AI sepanjang hari, jadi apakah mereka akan menolak film AI? Menurutku tidak. Yang penting adalah filmnya jadi sesuatu yang disukai semua orang."

Ia menambahkan, "Kalau kau melihatnya dari skala waktu yang lebih luas, ini hanya satu simpul di garis waktu panjang, satu titik di sebuah kurva. Itu tidak mewakili segalanya."

Soal penggunaan AI dalam produksi, Xu mengaku enggan mempelajarinya. "Aku terlalu malas belajar melatihnya. Kalau suatu hari AI mengikuti perintah satu kalimatku dengan tepat, aku akan memakainya. Tapi sekarang aku harus belajar menggunakannya dengan baik, menunggu hasil yang mungkin akhirnya tidak memuaskan. Proses ini menguras tenagaku. Aku lebih suka menggambar sendiri, dan aku sangat menikmatinya."

Easy, My Friend: Ilustrator yang Kehilangan Pekerjaan karena AI

Proyek berikutnya, "Easy, My Friend", terpilih dalam HAF Film Lab dan masih berada di tahap naskah. Ceritanya berpusat pada ilustrator berbakat yang membangun kembali hidupnya lewat berkebun di atap setelah AI mencuri kemampuan menggambarnya dan mengambil pekerjaannya.

"Aku harus memikirkan semuanya, semua detail, di tahap naskah. Kalau keraguan masih ada, aku pasti tidak akan melanjutkan," kata Xu. "Alasan aku membuat animasi adalah aku bisa sepenuhnya mengendalikan setiap langkah produksi. Sebenarnya, aku sulit menghadapi penyesuaian mendadak."

Kisah "Easy, My Friend" berlatar China utara, dan Xu menargetkan naskahnya selesai Juli mendatang.

"Terlalu nyaman menanam tanaman di selatan," ujarnya. "Aku tidak boleh membiarkan tokoh utamanya senyaman itu."

Dua proyek Xu Zao menempatkan isu AI sebagai poros cerita, dari studio film yang memudar hingga ilustrator yang tersingkir dari pekerjaannya, sejalan dengan perdebatan global soal dampak teknologi generatif terhadap industri kreatif.

Terkini