Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Tak Berubah per 4 Oktober 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:00:31 WIB
Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM nonsubsidi tidak berubah pada Oktober 2026.

NUSAAKSARA.COM — PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi belum disesuaikan untuk Oktober 2026. Keputusan menahan harga berlaku sejak 2 September 2026, dengan Pertamax Turbo di DKI Jakarta dan sekitarnya tetap Rp19.600 per liter. Harga BBM subsidi Pertalite dan Bio Solar juga tidak bergerak.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan penyesuaian harga belum dilakukan karena mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi perusahaan.

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty.

Harga Nonsubsidi di Jakarta dan Sekitarnya

Wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, masih memakai patokan harga yang sama seperti periode sebelumnya.

Pertamax Turbo dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari sebelumnya Rp18.300. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter dari sebelumnya Rp16.600. Dexlite menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700, dan Pertamina Dex melesat jadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150.

Khusus Pertamax, harga tetap Rp15.950 per liter. BBM subsidi jenis Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar di angka Rp6.800 per liter.

Harga di Luar Jawa Berbeda-Beda

Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax dijual Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.

Sumatera Barat, Riau, serta Kepulauan Riau mematok Pertamax Rp16.650, Pertamax Turbo Rp20.450, Dexlite Rp24.750, dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter. Pola harga serupa berlaku di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara.

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur memakai patokan Rp16.300 untuk Pertamax, Rp20.000 untuk Pertamax Turbo, Rp24.200 untuk Dexlite, dan Rp25.750 untuk Pertamina Dex. Harga yang sama berlaku di Sulawesi, Maluku, Papua, serta Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Kawasan FTZ dan NTT Punya Patokan Sendiri

Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Sabang menawarkan harga lebih murah. Pertamax di sana Rp14.950 per liter dan Dexlite Rp22.150 per liter, tanpa Pertamax Turbo maupun Pertamina Dex.

FTZ Batam mematok Pertamax Rp15.150, Pertamax Turbo Rp18.550, Dexlite Rp22.500, dan Pertamina Dex Rp23.950 per liter. Sementara Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur memakai harga Pertamax Rp15.950 dan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter.

Khusus NTT, tersedia Biosolar Nonsubsidi seharga Rp23.600 per liter. Wilayah Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan hanya menyediakan Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Dexlite tanpa Pertamax Turbo dan Pertamina Dex.

Daftar harga ini berlaku hingga Pertamina mengumumkan penyesuaian berikutnya. Bagi konsumen yang hendak bepergian, memeriksa patokan harga di wilayah tujuan membantu memperkirakan biaya pengisian bahan bakar, terutama karena tarif di luar Jawa tidak seragam.

Terkini