Real Madrid Desak Javier Tebas Mundur dari Kursi Presiden LaLiga

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:00:35 WIB
Real Madrid menyerukan Javier Tebas mundur dari jabatan Presiden LaLiga melalui pernyataan resmi klub.

NUSAAKSARA.COM — Real Madrid kembali menuntut Javier Tebas meninggalkan jabatan Presiden LaLiga setelah pernyataan kontroversial yang menyamakan strategi komunikasi klub dengan teknik propaganda Nazi. Desakan itu disampaikan melalui pernyataan resmi klub yang menilai Tebas kehilangan netralitas sebagai pemimpin liga. Perselisihan keduanya memanas setelah Tebas mengunggah kritik panjang di media sosial pada Jumat.

Manajemen Real Madrid menilai pernyataan Javier Tebas telah melampaui batas kewajaran seorang pemimpin liga. Klub yang dipimpin Florentino Pérez itu menyebut sikap Tebas berulang kali menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan ketidakberpihakan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab kelembagaannya.

Desakan mundur tersebut merupakan buntut dari unggahan Tebas di media sosial pada Jumat. Dalam unggahan itu, Presiden LaLiga mengkritik saluran televisi resmi Real Madrid yang dinilai terus menyampaikan narasi bahwa keputusan wasit merugikan peluang klub meraih kemenangan.

Perbandingan dengan Teknik Propaganda Goebbels

Tebas menyamakan pola komunikasi Real Madrid dengan teknik propaganda Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Jerman Nazi pada masa Perang Dunia II. Menurut dia, klub menggunakan narasi berulang untuk memperkuat kecurigaan terhadap perangkat pertandingan.

"Para eksekutif Real Madrid memiliki orkestra juru bicara dan Real Madrid yang memimpinnya," tulis Tebas dalam unggahannya.

"Naskahnya selalu sama, memilih tindakan yang menguntungkan mereka, mengulang-ulang tuduhan penghinaan, meningkatkan kecurigaan, dan menyebut nama musuh. Ini mengingatkan kita pada teknik propaganda yang digunakan Goebbels," tambahnya.

Tebas menegaskan perbandingan itu merujuk pada teknik komunikasi, bukan ideologi Nazi ataupun para pendukung Real Madrid. "Perbandingan ini dilihat dari segi teknik, bukan ideologi atau, tentu saja, dengan para penggemar Madrid," tutupnya.

Respons Klub dan Tudingan Momok bagi Sepak Bola Spanyol

Real Madrid membalas pernyataan tersebut dengan menyerukan pergantian kepemimpinan di LaLiga. Klub berjuluk Los Blancos itu menilai serangan Tebas terhadap pihak yang menuntut transparansi dan pembaruan dalam sepak bola Spanyol telah melampaui batas.

"Perilaku Javier Tebas yang berulang kali menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan ketidakberpihakan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab kelembagaannya," demikian pernyataan Real Madrid.

"Serangannya yang terus-menerus terhadap Real Madrid dan mereka yang menuntut transparansi dan regenerasi, menurut pandangan klub kami, merupakan momok nyata bagi sepak bola Spanyol."

Konflik Lama yang Kembali Memanas

Ketegangan antara Tebas dan Pérez bukan kali pertama terjadi. Keduanya telah beberapa kali terlibat konflik selama bertahun-tahun, terutama terkait tata kelola sepak bola Spanyol dan kritik terhadap keputusan perangkat pertandingan.

Perselisihan terbaru ini menempatkan posisi Tebas di kursi kepemimpinan LaLiga kembali dipertanyakan. Real Madrid secara terbuka menuntut regenerasi kepemimpinan, meski belum ada langkah resmi dari klub untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap Presiden LaLiga tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lanjutan dari LaLiga mengenai sikap resmi lembaga terhadap tuntutan Real Madrid. Publik sepak bola Spanyol menanti apakah desakan klub raksasa itu akan memicu langkah politik di internal liga.

Terkini