Radithya Bayu Juara Dunia Junior 2026, Debut WJC Langsung Emas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:00:32 WIB
Radithya Bayu Wardhana berpose dengan medali emas setelah menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2026.

NUSAAKSARA.COM — Radithya Bayu Wardhana menutup Kejuaraan Dunia Junior 2026 dengan gelar juara setelah menaklukkan Fardhan Rainanda Joe lewat rubber game 15-9, 11-15, 15-8 di partai final. Titel ini diraih pada debut pertamanya di ajang tersebut dan sekaligus mengantar pebulu tangkis 18 tahun itu ke Pelatnas Cipayung.

Duel sesama tunggal putra Indonesia itu berlangsung ketat sejak gim pertama. Radithya membuka dengan permainan agresif, sementara Fardhan sempat memberi perlawanan sebelum akhirnya takluk di gim penentu.

Gim Pertama dan Ketiga Jadi Kunci Permainan Radithya

Radithya mengaku langsung menemukan ritme permainannya di gim pembuka. Ketika Fardhan mulai menyusul, ia sigap mengantisipasi dan kembali mengendalikan jalannya pertandingan.

"Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara. Di game pertama saya langsung in mainnya dan ketika Fardhan menyusul saya langsung antisipasi," ucap Radithya seperti dikutip dari rilis PBSI.

Gim kedua berjalan berbeda. Poin kedua pemain saling kejar-kejaran, dan Radithya sempat unggul sebelum fokusnya menurun hingga Fardhan berbalik menang 15-11.

Pada gim ketiga, Radithya kembali merapatkan fokus. Strategi itu berbuah kemenangan 15-8 yang memastikan gelar juara dunia junior 2026.

Sudah Menduga Final Akan Berjalan Tiga Gim

Radithya mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Fardhan hampir selalu berlangsung rubber game. Karena itu, ia sudah menyiapkan mental untuk bertanding lebih lama sejak awal.

"Di game kedua poin kami kejar-kejaran, saya sempat unggul namun fokus saya sempat turun hingga tersusul dan kalah. Di game ketiga saya kembali menjaga fokus untuk akhirnya ambil kemenangan. Saya sudah menyangka akan bermain rubber game karena setiap bertemu Joe, kami pasti rubber game," ujar Radithya.

Gelar Pertama, Tantangan Berikutnya Sudah Menanti

Radithya menyebut titel juara dunia junior masih terasa seperti mimpi. Meski begitu, ia menegaskan belum merasa puas karena tantangan ke depan jauh lebih berat.

Kemenangan di Kejuaraan Dunia Junior membuat Radithya akan masuk sebagai anggota Pelatnas Cipayung. Di sana ia berencana menimba ilmu dari para senior agar bisa tampil maksimal untuk Indonesia.

"Bisa juara dunia junior masih berasa seperti mimpi, cukup puas saya rasa belum karena masih ada tantangan lagi ke depannya. Ketika masuk pelatnas nanti, saya akan belajar banyak dari para senior agar bisa terus menampilkan yang terbaik buat Indonesia," tuturnya.

Pembawaan Kalem dan Persembahan untuk Keluarga

Di luar lapangan, Radithya dikenal memiliki pembawaan tenang. Ia menilai ketenangan itu bagian dari karakter dirinya, bukan berarti tanpa rasa tegang sama sekali.

"Dengan pembawaan yang kalem, kalau dibilang tegang semua orang pastinya akan tegang. Memang pembawaan saya seperti itu. Gelar ini saya persembahkan buat orang tua di rumah, buat om saya, buat keluarga besar, dan buat klub saya [PB Djarum]," tutur Radithya.

Gelar ini menambah deretan prestasi tunggal putra muda Indonesia di level junior. Bagi Radithya, jalan menuju level senior baru saja dimulai.

Terkini