Trump Tuding Zelensky Tak Ingin Akhiri Perang Ukraina-Rusia

Senin, 19 Oktober 2026 | 11:00:31 WIB
Presiden AS Donald Trump menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak ingin mengakhiri perang dengan Rusia.

NUSAAKSARA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak memiliki keinginan mengakhiri perang dengan Rusia, bahkan menilai Kyiv sejak awal memang tidak menginginkannya. Klaim Trump itu disampaikan melalui unggahan di Truth Social dan selaras dengan narasi yang selama ini digaungkan Moskow.

Trump menyebut Zelensky telah menerima bantuan miliaran dolar dari Barat, termasuk yang disalurkan pada masa pemerintahan Joe Biden, namun tetap tidak terdorong untuk menghentikan pertempuran. Menurut Trump, Ukraina seharusnya bisa memperoleh kesepakatan yang lebih menguntungkan dua tahun lalu dibandingkan posisinya sekarang.

Isi Unggahan Trump di Truth Social

Dalam unggahan pada Minggu, Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia telah mendorong kenaikan harga energi. Menurut dia, kenaikan itu merugikan konsumen dan pelaku bisnis di Amerika Serikat.

"Zelensky tidak peduli. Terus terang, dengan semua uang yang diberikan Eropa kepadanya—seperti yang juga pernah diberikan oleh Joe Biden yang curang di masa lalu—dia tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin memang tidak pernah menginginkannya. Dia bisa saja mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dua tahun lalu dibandingkan sekarang," tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa Ukraina kini berada dalam kondisi hancur lebur. Ia menggambarkan populasi laki-laki Ukraina dalam keadaan berkurang jumlahnya, terluka, atau tewas.

Langkah Trump Soal Sanksi dan Tarif Energi Rusia

Awal bulan ini, Trump mencabut sanksi terhadap ekspor solar Rusia sebagai upaya menekan kenaikan harga energi menjelang pemilu sela Amerika Serikat. Pada Jumat pekan lalu, ia juga menangguhkan tarif besar-besaran yang menyasar pembeli utama minyak dan gas Rusia.

Dalam unggahan yang sama, Trump menyatakan fokusnya adalah menengahi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Ia mengaku tidak ingin mengambil langkah yang menurutnya justru menjauhkan Rusia dari meja perundingan.

"Tak ingin melakukan apa pun yang secara bodoh justru menjauhkan Rusia dari meja perundingan," katanya.

Posisi Kyiv dan Narasi Moskow

Pernyataan Trump menempatkan Washington pada posisi yang makin dekat dengan narasi Kremlin, yang selama ini menuduh Kyiv sengaja memperpanjang perang. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari kantor kepresidenan Ukraina maupun Kementerian Luar Negeri Ukraina atas unggahan Trump.

Ringkasan bahan menyebut Zelensky secara blakblakan merasa telah dikhianati Trump. Sikap itu mencerminkan retaknya hubungan keduanya di tengah upaya Washington mendorong negosiasi damai.

Sejauh ini belum ada kepastian apakah pernyataan Trump akan memengaruhi aliran bantuan militer dan ekonomi Barat ke Ukraina, maupun arah pembicaraan damai yang ia klaim sedang ia mediasi.

Terkini