Film The Station Karya Sara Ishaq Dapat Distributor Amerika Utara

Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:00:31 WIB
Watermelon Pictures resmi mengakuisisi hak distribusi Amerika Utara untuk film The Station karya Sara Ishaq.

NUSAAKSARA.COM — Watermelon Pictures resmi mengakuisisi hak distribusi Amerika Utara untuk The Station, film debut naratif sutradara Yaman-Skotlandia Sara Ishaq. Rencananya, film yang tayang perdana di kompetisi Critics' Week Festival Film Cannes 2026 itu akan dirilis di bioskop Amerika Utara pada akhir tahun ini.

Kepercayaan Watermelon Pictures pada The Station bukan tanpa alasan. Film ini sudah lebih dulu mencuri perhatian lewat penayangan perdana di kompetisi Critics' Week Festival Film Cannes 2026, salah satu panggung bergengsi bagi karya-karya sineas pendatang baru.

Premis The Station: Stasiun Bensin Khusus Perempuan di Yaman

The Station berlatar Yaman yang dilanda perang. Ceritanya mengikuti Layal, perempuan yang mengelola stasiun bensin khusus perempuan dengan aturan sederhana: tanpa lelaki, tanpa senjata, tanpa politik.

Stasiun itu menjadi ruang aman langka bagi para perempuan dari berbagai lapisan untuk berkumpul, berbagi cerita, dan saling menguatkan. Ketika adik Layal terancam wajib militer, Layal kembali bertemu dengan kakak perempuannya yang sudah lama terpisah.

Keduanya lantas berjuang menyelamatkan satu nyawa yang masih bisa mereka selamatkan. Perjalanan emosional itu dibalut humor, kehangatan, dan perlawanan diam-diam di tengah situasi yang luar biasa berat.

Deretan Pemain dan Tim Produksi

The Station dibintangi Manal Al-Mulaiki, Abeer Mohammed, Rashad Khaled, dan Saleh Al-Marshahi. Film ini diproduksi Screen Project dan Georges Films, dengan co-produksi dari One Two Films, KeplerFilm, Barentsfilm, Setara Films, The Imaginarium Films, serta ZDF Das kleine Fernsehspiel – ARTE.

Nama Jon Kilik, yang dikenal lewat film Babel, dipercaya sebagai executive producer. Kombinasi tim produksi lintas negara ini menegaskan posisi The Station sebagai proyek sinema internasional yang melibatkan sejumlah rumah produksi Eropa dan Timur Tengah.

Alasan Sara Ishaq Memilih Watermelon Pictures

Sara Ishaq menyebut Watermelon Pictures sebagai pihak yang tepat untuk membawa filmnya ke penonton Amerika Serikat. Ia menilai distributor itu memahami cara memanusiakan narasi dari wilayah yang jarang tampil di layar dengan sudut pandangnya sendiri.

"I couldn't think of better hands to entrust our film to in the US than Watermelon Pictures," ujar Ishaq dalam pernyataannya.

Ishaq juga menyoroti bagaimana Yaman lebih sering muncul di pemberitaan Amerika Serikat dengan citra negatif, sementara semangat dan kemanusiaan rakyatnya nyaris tidak dikenal publik sana.

"Yemen so often makes US headlines in the most negative light, while the spirit and humanity of its people remain largely unknown to the American public. Watermelon Pictures understands what it means to humanize our narratives and bring them to audiences who rarely get to see us on our own terms," lanjutnya.

Jadwal Tayang di Bioskop Amerika Utara

Watermelon Pictures menjadwalkan rilis teater The Station di Amerika Utara pada akhir tahun ini. Belum ada informasi soal tanggal pasti maupun jumlah layar yang akan dipakai.

Bagi penonton Indonesia, belum ada kabar apakah The Station akan ikut masuk ke jaringan bioskop lokal atau platform streaming tertentu. Informasi soal distribusi di Asia Tenggara masih dinantikan.

Jalur festival menjadi modal penting film ini. Tayang perdana di Critics' Week Cannes 2026 memberi The Station modal reputasi sebelum menyapa penonton komersial di Amerika Utara.

Terkini