PBB Kutuk Serangan Pemukim Israel ke Warga Palestina, Rekor Tertinggi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 11:00:31 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina yang mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026.

NUSAAKSARA.COM — Serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina mencatat rekor tertinggi sepanjang 2026, menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Guterres menegaskan Israel wajib melindungi warga Palestina di bawah hukum internasional sebagai pihak pendudukan. Ia juga menyoroti penutupan besar-besaran komunitas Palestina di Tepi Barat dan pembatasan bantuan kemanusiaan di Gaza menjelang musim dingin.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan sikap Guterres dalam keterangan yang dikutip Minggu (25/10/2026). Guterres menilai kekerasan yang dipicu serangan pemukim terhadap warga Palestina telah melampaui batas keprihatinan biasa.

Rekor Serangan Pemukim Sepanjang 2026

Menurut Dujarric, angka serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina pada 2026 merupakan yang tertinggi. PBB tidak merinci jumlah kasus dalam keterangan tersebut, tetapi menempatkan lonjakan itu sebagai dasar seruan agar Israel bertindak.

Guterres mengingatkan kewajiban Israel sebagai pihak yang melakukan pendudukan. Kewajiban itu mencakup melindungi warga Palestina dari serangan pemukim dan meminta pertanggungjawaban para pelaku.

Penutupan Massal Setelah Penembakan di Hebron

PBB mencatat penutupan besar-besaran yang diberlakukan Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Penutupan berlaku setelah serangan yang menewaskan dua tentara Israel di dekat Kota Hebron.

Dujarric menyebut penutupan itu sangat membatasi kebebasan bergerak warga Palestina. Akses terhadap layanan dasar dan mata pencaharian juga terdampak.

Guterres turut menyoroti laporan pembongkaran rumah di Hebron. Ia khawatir pembongkaran itu berujung pada pengungsian warga Palestina.

Gaza: Korban Sipil dan Bantuan Sebelum Musim Dingin

Di Gaza, Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas hilangnya nyawa warga sipil, termasuk anak-anak. PBB menyoroti pembatasan ketat terhadap bantuan kemanusiaan menjelang musim dingin.

Pembatasan itu memperburuk kondisi warga yang bergantung pada pasokan bantuan. PBB tidak menyebut angka korban baru dalam keterangan ini.

Seruan Hentikan Kekerasan

Guterres menegaskan kembali seruan perlindungan bagi warga sipil. Ia meminta semua pihak segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan menahan diri.

PBB juga mendesak agar tindakan yang dapat memicu ketegangan lebih jauh dihindari. Seruan itu disampaikan di tengah eskalasi di Tepi Barat dan kondisi kemanusiaan di Gaza yang belum membaik.

"Sekjen mengutuk kekerasan yang dipicu oleh serangan oleh para pemukim Israel terhadap warga Palestina, yang mencapai jumlah rekor tertinggi pada 2026," ujar Dujarric.

Pernyataan Guterres tidak memuat langkah konkret baru dari PBB. Perhatian kini tertuju pada apakah Israel merespons seruan perlindungan warga sipil dan pelonggaran pembatasan bantuan.

Terkini