NUSAAKSARA.COM — Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menemui Presiden Prabowo Subianto di tengah ketegangan akibat pemangkasan pasokan gas Indonesia ke negara kota itu. Kunjungan berlangsung setelah Singapura mengeluhkan kabut asap lintas batas dari karhutla Indonesia. Kedua negara sepakat membentuk gugus tugas bersama penanganan asap.
Gugus Tugas Asap Disepakati, Isu Gas Tak Disentuh
Balakrishnan menegaskan percepatan pembentukan gugus tugas sebagai tindak lanjut komitmen di tingkat pimpinan kedua negara. "Mengingat adanya komitmen di tingkat pimpinan kedua negara, kami akan mewujudkannya dengan cepat, segera, dan efektif," ujarnya.
Ia menyoroti durasi persoalan asap yang telah berlangsung hampir tiga dekade. "Sayangnya, masalah kabut asap di Asia Tenggara telah berlangsung selama hampir tiga dekade. Itu waktu yang terlalu lama, dan kita harus menemukan solusinya," kata Balakrishnan.
Soal pemangkasan pasokan gas, Balakrishnan tidak menyinggungnya dalam pernyataan terbuka. Namun masalah sensitif itu disebut berpotensi menjadi bahasan penting dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo.
Ketergantungan Listrik Singapura pada Gas Impor
Sekitar 95% listrik Singapura dihasilkan dari gas alam impor, menurut data resmi pemerintah negara itu. Pasokan datang lewat jaringan pipa dari Indonesia dan Malaysia, ditambah LNG dari berbagai negara.
Statistik Energy Market Authority (EMA) Singapura mencatat konsumsi listrik pada 2025 mencapai 57.936 gigawatt-jam (GWh), naik dari 55.426 GWh pada 2024. Produksi listrik tercatat 59.616 GWh pada periode yang sama.
Selisih produksi dan konsumsi berkaitan dengan kebutuhan operasional sistem kelistrikan serta kehilangan energi dalam jaringan. Perubahan pasokan gas dari Indonesia berpotensi memengaruhi sektor energi, industri, dan biaya operasional pembangkit listrik Singapura.
Diplomasi Langsung Jadi Alasan Kunjungan
Balakrishnan menyatakan kunjungannya menegaskan pentingnya komunikasi langsung antarpemerintah. "Anda tidak bisa menjalankan diplomasi hanya melalui telepon atau media," ujarnya.
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Jakarta dan Singapura memilih jalur dialog untuk menangani persoalan yang bersinggungan. Pemangkasan pasokan gas dan kabut asap sama-sama menyentuh kepentingan publik kedua negara.
Hingga kini belum ada keterangan resmi soal hasil pertemuan Balakrishnan dengan Presiden Prabowo, termasuk apakah pemangkasan pasokan gas ikut dibahas. Yang ditunggu publik: apakah gugus tugas asap benar-benar terbentuk cepat, dan apakah pasokan gas ke Singapura kembali normal.