Rusia Kembangkan Rassvet, Siap Jadi Penantang Starlink

Rusia Kembangkan Rassvet, Siap Jadi Penantang Starlink
Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

NUSA AKSARA - Rusia bersiap meluncurkan jaringan internet satelit sendiri sebagai tandingan Starlink milik Elon Musk. Proyek tersebut direncanakan mulai beroperasi penuh pada 2027 dan menjadi bagian dari upaya Moskow memperkuat kemandirian teknologi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem Barat.

Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos, Dmitry Bakanov, mengatakan Rusia tengah mengembangkan layanan internet satelit berbasis orbit rendah Bumi yang konsepnya serupa dengan Starlink. Sistem ini diberi nama Rassvet, yang berarti fajar.

Perlu diketahui, Starlink merupakan jaringan internet satelit yang dioperasikan oleh SpaceX, perusahaan milik miliarder teknologi Elon Musk. Layanan tersebut menyediakan internet berkecepatan tinggi melalui jaringan satelit terbesar di dunia.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (20/1/2026), Starlink saat ini mengoperasikan lebih dari 9.000 satelit di orbit rendah Bumi. Layanan ini diluncurkan sejak 2020 dan telah digunakan oleh lebih dari 9 juta pengguna di sekitar 150 negara dan wilayah, meski belum tersedia secara resmi di Rusia.

Pada Jumat lalu, Bakanov memperlihatkan sebuah terminal buatan Rusia yang dirancang untuk akses internet broadband satelit. Ia menyebut perangkat tersebut memungkinkan pengguna tetap terhubung dari berbagai lokasi di dunia.

Bakanov juga menekankan bahwa produksi massal perangkat keras akan dimulai sebelum akhir tahun ini. Menurutnya, konstelasi orbit rendah yang terdiri dari lebih dari 300 satelit akan memastikan sistem Rassvet dapat beroperasi penuh dan berfungsi efektif mulai tahun depan.

“Sangat penting untuk menyediakan konektivitas ke semua wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan komunikasi terestrial,” tegas Bakanov.

Sebelumnya, pada November lalu, Kepala Komite Kebijakan Informasi Parlemen Rusia, Sergey Boyarsky, menyebut proyek Rassvet sebagai jawaban Moskow terhadap dominasi Starlink di sektor internet satelit.

“Proyek yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan yang berbasis di Moskow, Bureau 1440 ini akan memungkinkan ‘lompatan kualitatif’ dalam menyediakan komunikasi ke wilayah terpencil Rusia,” kata Boyarsky.

Ia juga menuturkan bahwa otoritas Rusia berencana membuka akses layanan Rassvet bagi negara-negara sekutu, menandakan ambisi geopolitik yang lebih luas dari sekadar proyek teknologi domestik.

Pengembangan Rassvet tidak terlepas dari peran strategis Starlink dalam konflik Ukraina. Layanan internet satelit tersebut telah menjadi infrastruktur penting bagi militer Ukraina untuk koordinasi operasi, pengawasan, hingga pengoperasian sistem drone.

Menurut otoritas Ukraina, negaranya telah menerima lebih dari 50.000 terminal Starlink sejak 2022. Tahun lalu, Musk bahkan menyebut Starlink sebagai “tulang punggung tentara Ukraina” dan mengklaim bahwa “seluruh garis depan mereka akan runtuh jika saya mematikannya”.

Pernyataan itu memicu kekhawatiran di Rusia. Para pejabat Moskow berulang kali menyuarakan keprihatinan atas penggunaan teknologi sipil berdaya guna militer tersebut. Di sisi lain, militer Rusia juga mengklaim telah mengembangkan kemampuan peperangan elektronik untuk mengganggu sinyal Starlink di medan konflik.

Dengan hadirnya Rassvet, Rusia tidak hanya berupaya menyaingi dominasi teknologi Barat di orbit rendah Bumi, tetapi juga mempertegas bahwa infrastruktur digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari persaingan geopolitik global. (Fitri Wulandari/CHY)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index