Dukung Pemulihan Pascabanjir, Hutama Karya Rampungkan Huntara Tahap II di Aceh Timur

Kamis, 29 Januari 2026 | 20:00:00 WIB
Foto: Dok. Hutama Karya

NUSA AKSARA - PT Hutama Karya (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Timur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rampungnya pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Tahap II yang diresmikan di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Jumat, 24 Januari 2026.

Dikutip dari laman resmi Hutama Karya, peresmian Huntara Simpang Ulim dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, ditandai dengan prosesi gunting pita dan penyerahan simbolis kunci hunian kepada warga penerima manfaat.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Simpang Ulim Muhammad Yusuf, Geuchik Desa Arakundo Safri M. Jamil, Area Manager PT Bank Syariah Indonesia Tbk Totok Sudiarto, serta perwakilan PT Hutama Karya (Persero), M. Fikrie Bahrul H.

Penyediaan hunian sementara ini merupakan respons atas bencana banjir yang menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan hidup dalam kondisi rentan.

Kehadiran Huntara diharapkan mampu menghadirkan ruang tinggal yang layak, aman, dan sehat bagi warga terdampak, sekaligus menjadi penopang aktivitas sosial masyarakat selama masa transisi menuju hunian permanen.

Secara keseluruhan, Hutama Karya membangun 45 unit Huntara di Aceh Timur, masing-masing 35 unit di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, serta 10 unit di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim.

Seluruh unit tersebut diperuntukkan bagi 45 kepala keluarga penerima manfaat dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang, seperti toilet terpisah pria dan wanita, dapur umum, area mencuci, ruang komunal, serta area bermain anak.

Proses pembangunan Huntara Simpang Ulim turut mencakup penanganan akses jalan yang sempat terputus akibat jebolnya tanggul, pembersihan lahan di area perkebunan eksisting, hingga penataan lingkungan hunian.

Pada puncak pelaksanaan, proyek ini melibatkan hingga 172 tenaga kerja, termasuk tenaga kerja lokal, guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan kebutuhan di lapangan.

Apresiasi datang dari warga penerima manfaat. Asma dan Fitriani, perwakilan warga terdampak, menyampaikan rasa terima kasih atas gerak cepat pemerintah dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi para penyintas banjir.

“Kami sebelumnya harus tidur di tenda pengungsian dengan kondisi seadanya. Sekarang kami sudah bisa beristirahat dengan lebih tenang dan nyaman di hunian yang jauh lebih layak,” ujar mereka.

Pemilihan lokasi Huntara juga mempertimbangkan kedekatannya dengan fasilitas umum dasar, seperti layanan kesehatan, sarana pendidikan, serta pusat aktivitas masyarakat. Dengan demikian, warga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, menjaga interaksi sosial, serta melanjutkan kegiatan ekonomi di lingkungan sekitarnya.

Penyediaan Huntara ini merupakan hasil sinergi lintas pemangku kepentingan di bawah koordinasi BPI Danantara Indonesia melalui program BUMN Peduli.

Dukungan turut diberikan oleh PT PLN (Persero) dalam penyediaan kelistrikan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk konektivitas komunikasi, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dari sisi administrasi dan penyaluran kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengimbau warga penerima manfaat agar menjaga dan merawat hunian yang telah ditempati selama masa transisi.

Ia juga mengajak warga terdampak banjir yang belum memperoleh hunian sementara untuk segera melakukan validasi data melalui pemerintah desa dan kecamatan setempat.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menegaskan, bahwa pembangunan Huntara Simpang Ulim merupakan bagian dari peran aktif perusahaan dalam menyediakan solusi tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak bencana.

“Pembangunan hunian ini dirancang sebagai tahap transisi menuju hunian permanen. Selama prosesnya, Hutama Karya menerapkan standar mutu konstruksi, pengawasan teknis yang terukur, serta prinsip keselamatan dan kesehatan kerja agar hunian dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat,” ujarnya. (CHY/CTA)

Tags

Terkini