BRI Salurkan Rp2,3 Triliun Kredit Perumahan, Tertinggi Secara Nasional

Selasa, 10 Maret 2026 | 18:00:00 WIB
Ilustrasi Generate AI

NUSA AKSARA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan hunian terjangkau bagi masyarakat. Melalui optimalisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP), BRI turut mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah serta pembangunan sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Memasuki awal 2026, kinerja penyaluran KPP BRI menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,30 triliun kepada 17.443 debitur di berbagai daerah.

Realisasi tersebut setara dengan 28,75 persen dari target penyaluran KPP BRI pada tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp8 triliun.

Capaian ini sekaligus menempatkan BRI sebagai bank dengan penyaluran Kredit Program Perumahan tertinggi secara nasional. Kontribusi BRI tercatat mencapai sekitar 52,2 persen dari total penyaluran KPP nasional.

Dominasi tersebut menegaskan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan rakyat, sekaligus memperkuat peran perseroan sebagai motor penggerak pembiayaan berbasis kerakyatan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan optimalisasi penyaluran KPP merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, target penyaluran KPP sebesar Rp8 triliun pada 2026 didukung oleh kekuatan fundamental BRI, mulai dari basis nasabah yang luas hingga jaringan layanan yang menjangkau berbagai wilayah hingga pelosok Indonesia.

“Dengan demikian, pembiayaan sektor perumahan, termasuk bagi pelaku UMKM di rantai pasok konstruksi, dapat tersalurkan secara lebih merata dan efektif,” ujar Hery.

Ia menambahkan, penguatan pembiayaan sektor perumahan tidak hanya difokuskan pada sisi konsumsi, tetapi juga pada sisi produksi. Melalui dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha bahan bangunan, kontraktor skala kecil, hingga distributor di daerah, KPP diharapkan mampu membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya ungkit ekonomi lokal.

Apresiasi terhadap kontribusi BRI juga disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Ia menilai peran BRI sangat strategis dalam memastikan keberhasilan program perumahan rakyat, termasuk optimalisasi KUR Perumahan atau Kredit Program Perumahan.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI atas komitmennya dalam memastikan KUR Perumahan terserap dengan sangat baik. Hingga saat ini, BRI merupakan bank penyalur terbesar KUR Perumahan,” kata Maruarar.

Ia menegaskan dukungan perbankan, khususnya BRI, menjadi faktor penting dalam memperkuat implementasi program perumahan rakyat di Indonesia.

Kredit Program Perumahan sendiri merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja yang memperoleh subsidi pemerintah. Skema ini dirancang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan UMKM dari sisi permintaan maupun pasokan, khususnya pada sektor bahan bangunan dan konstruksi.

Selain membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak, program ini juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Ke depan, BRI berkomitmen terus mengakselerasi penyaluran KPP dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta manajemen risiko yang terukur.

Melalui langkah tersebut, BRI optimistis dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin penyaluran Kredit Program Perumahan nasional sekaligus mempertegas perannya sebagai bank yang konsisten menghadirkan solusi keuangan bagi masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

(CHY/CTA)

Tags

Terkini