Jaga Pasokan Energi Ramadan dan Idulfitri, Pertamina Andalkan Digital Hub

Rabu, 11 Maret 2026 | 16:00:00 WIB
Foto: Dok. Pertamina

NUSA AKSARA – PT Pertamina (Persero) memperkuat pengawasan pasokan energi nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan melalui penguatan cadangan energi serta pemantauan terintegrasi menggunakan Pertamina Digital Hub, sistem digital yang mengawasi rantai pasok energi dari hulu hingga hilir secara real time.

Melalui sistem ini, Pertamina memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap aman selama periode meningkatnya konsumsi energi masyarakat. Digitalisasi tersebut juga menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas cadangan energi nasional.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi tinggi memungkinkan perusahaan memonitor seluruh proses bisnis energi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Pertamina Digital Hub telah terkoneksi dengan seluruh lini bisnis Pertamina. Dengan sistem ini, kami dapat memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan, pengangkutan hingga distribusi ke SPBU,” ujar Baron dalam siaran persnya Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, fasilitas digital tersebut juga terhubung dengan berbagai data operasional dan kamera pengawasan yang memungkinkan pemantauan aktivitas secara detail, bahkan hingga pergerakan setiap detik.

Pada sektor hulu, sistem ini membantu memastikan operasional produksi berjalan sesuai standar dan target masing-masing entitas tetap terjaga. Sementara di sektor hilir, Pertamina dapat memonitor pergerakan kapal pengangkut minyak mentah maupun produk BBM, termasuk memproyeksikan waktu kedatangan pasokan untuk kemudian diproses di enam kilang Pertamina.

Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, teknologi digital juga memungkinkan Pertamina memantau distribusi energi hingga tingkat outlet penjualan, seperti SPBU. Perusahaan dapat memonitor pergerakan mobil tangki dalam proses pengiriman BBM serta memastikan ketersediaan stok di setiap SPBU.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah. Dengan begitu, langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” jelas Baron.

Ia menambahkan, transformasi digital menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Saat ini Pertamina juga memastikan cadangan energi nasional tetap berada di atas ambang batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

“Cadangan energi yang kami amankan berada di kisaran 21 hingga 23 hari, bahkan untuk beberapa produk mencapai hingga 35 hari. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, pergerakan stok akan terus terjadi, sehingga kami menjaga cadangan tetap di atas level minimum,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi risiko sekaligus wujud komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat seperti Ramadan dan Idulfitri.

(CHY/CTA)

Tags

Terkini