Presiden Minta Akses Kuliah Diperluas, Ratas Khusus Segera Digelar

Selasa, 22 September 2026 | 18:00:31 WIB
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSAAKSARA.COM — Presiden meminta akses pendidikan tinggi diperluas agar lebih banyak anak bangsa dari keluarga tidak mampu bisa melanjutkan kuliah. Arahan itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto usai menghadap Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 22 September. Pemerintah menyiapkan rapat terbatas khusus membahas tahapan kebijakannya dalam waktu dekat.

"Nantinya kami tentu akan laporkan kepada Bapak Presiden sehingga tahapannya seperti apa. Tapi intinya Bapak Presiden memberikan arahan bahwa pendidikan tinggi itu harus memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat atau anak-anak bangsa," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 22 September.

Perhatian Khusus bagi Keluarga Tidak Mampu

Brian menyebut pemerintah akan memberi perhatian pada masyarakat yang tidak mampu agar tetap memiliki kesempatan masuk perguruan tinggi. Menurutnya, kelompok inilah yang menjadi sasaran utama perluasan akses yang diminta Presiden.

"Jadi tentunya bagaimana yang memang tidak mampu tetap diberikan akses," ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan baru: perluasan akses bukan sekadar menambah daya tampung, tetapi memastikan kelompok rentan secara ekonomi tidak tersingkir dari jalur kuliah.

Peran Pemerintah Diminta Terus Ditingkatkan

Brian menilai peran pemerintah dalam membuka akses pendidikan tinggi sejauh ini sudah cukup besar. Namun, Presiden meminta dukungan tersebut terus ditingkatkan.

"Peran pemerintah sudah cukup besar, tapi Pak Presiden meminta itu terus ditingkatkan," katanya.

Pemerintah belum merinci bentuk program maupun skema yang akan disiapkan. Brian mengatakan tahapan kebijakan masih akan dibahas lebih lanjut bersama Presiden.

Ratas Khusus Digelar dalam Waktu Dekat

Rapat terbatas khusus untuk membahas persoalan tersebut kemungkinan digelar dalam waktu dekat. Brian menyebut ratas bisa berlangsung pekan ini atau pekan depan, tergantung arahan Presiden.

"Nanti mungkin setelah Pak Presiden sudah memberikan arahan, mungkin kalau dalam minggu ini, minggu depan akan diadakan ratas khusus membahas hal ini," kata Brian.

Belum ada keterangan resmi soal cakupan ratas, apakah mencakup skema pembiayaan, kuota penerimaan, atau perluasan kapasitas kampus. Yang jelas, arah kebijakan sudah ditegaskan di tingkat Istana.

Bagi keluarga tidak mampu, kepastian soal bentuk dukungan masih menunggu hasil ratas. Sejumlah kalangan menanti apakah perluasan akses akan disertai tambahan bantuan biaya kuliah atau skema lain yang menyasar kelompok berpenghasilan rendah.

Pemerintah menyatakan tahapan kebijakan akan diumumkan setelah pembahasan bersama Presiden rampung. Sampai saat itu, rincian program, besaran anggaran, dan mekanisme penerimaan belum diputuskan.

Terkini