El Nino Ancam Produksi CPO, Harga Minyak Sawit Diproyeksi Naik Sepanjang 2026

Rabu, 23 September 2026 | 13:01:02 WIB
Harga CPO diproyeksi menguat sepanjang 2026 akibat risiko gangguan produksi imbas El Nino.

NUSAAKSARA.COM — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diproyeksi terus menguat sepanjang 2026 akibat risiko gangguan produksi imbas El Nino dan lonjakan permintaan domestik untuk program B50. Produksi CPO Indonesia bahkan diperkirakan anjlok 2-7% pada 2027 jika tekanan cuaca ekstrem berlanjut. Penguatan harga juga ditopang dinamika pasar minyak nabati dunia dan permintaan ekspor dari India.

Analis ESG CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa, menyebut harga CPO masih berada dalam tren penguatan sepanjang 2026. Proyeksi itu muncul di tengah risiko gangguan produksi akibat El Nino Godzilla serta dinamika harga minyak nabati global.

Selain faktor cuaca, pasar juga mengantisipasi penurunan pasokan CPO global. Indonesia sebagai produsen utama diperkirakan mengalami penurunan produksi hingga 7% pada 2027.

El Nino Godzilla dan Ancaman Penurunan Produksi

Fenomena El Nino Godzilla menjadi salah satu faktor utama yang membayangi produksi CPO tahun ini. Gangguan cuaca ekstrem berpotensi menekan hasil panen kelapa sawit di sentra produksi utama.

Salma menyebut risiko gangguan produksi ini membuat pasar bergerak antisipatif. "Harga CPO masih dipengaruhi sentimen antisipasi pasar terhadap penurunan pasokan CPO global," ujarnya dalam dialog Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (23/9/2026).

Penurunan pasokan tidak hanya berdampak pada harga global. Indonesia yang selama ini menjadi pemasok utama minyak sawit dunia juga berpotensi mengalami koreksi produksi signifikan.

Permintaan B50 dan Ekspor India Tekan Pasokan Global

Dari sisi permintaan, kebutuhan minyak sawit dalam negeri meningkat seiring implementasi program B50. Kebijakan pencampuran biodiesel 50% ini menyerap pasokan CPO yang sebelumnya dialokasikan untuk ekspor.

Permintaan dari pasar ekspor juga masih tinggi. India sebagai salah satu pembeli utama minyak sawit terus menambah kebutuhan seiring pertumbuhan konsumsi domestiknya.

Kombinasi lonjakan permintaan dalam negeri dan ekspor membuat pasokan CPO dunia berpotensi semakin ketat. Kondisi ini menjadi pendorong tambahan bagi kenaikan harga global.

Proyeksi Harga dan Pasokan CPO Global

Salma memproyeksi harga CPO masih akan bergerak naik sepanjang 2026. Penguatan ini didukung tren harga minyak nabati dunia yang juga menunjukkan penguatan.

Namun, proyeksi penurunan produksi 2-7% pada 2027 menjadi perhatian tersendiri. Jika El Nino berlanjut, tekanan pada pasokan bisa lebih besar dari perkiraan awal.

Pasar akan mencermati perkembangan cuaca dan kebijakan energi dalam negeri dalam beberapa bulan ke depan. Kedua faktor itu akan menentukan arah harga CPO hingga akhir tahun.

Terkini