NUSAAKSARA.COM — Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Laga berlangsung sengit hingga 120 menit dan harus diputuskan melalui drama penalti. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai gelar ini jadi pelajaran berharga menuju Piala Dunia.
Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 sepanjang 120 menit. Penentuan juara akhirnya berlangsung lewat adu penalti, dan Skuad Garuda keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.
Pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Karno disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino. Keduanya turut mengalungkan medali kepada seluruh pemain Timnas Indonesia dan mengangkat trofi bersama.
Erick Thohir Akui Thailand Lawan Berat
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan pemain yang bertahan sampai titik terakhir. Ia juga mengakui kualitas Thailand sebagai lawan yang tangguh.
"Kita harus akui Thailand tim yang sangat bagus. Tapi saya apresiasi perjuangan pemain sampai titik terakhir. Ini pelajaran bagus buat seluruh pemain, buat pelatih, bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat," kata Erick kepada media usai laga.
Evaluasi Menuju Piala Asia
Erick menegaskan Indonesia harus terus meningkatkan kualitas sepak bola tanah air. Ia menyebut akan ada evaluasi bersama untuk mempersiapkan Piala Asia.
"Tapi kitalah bangsa Indonesia, kita bukan bangsa kalah-kalahan. Kita harus terus tingkatkan sepak bola kita. Ada beberapa titik-titik kelemahan, ya mungkin harus kita perbaiki kalau kita mau persiapkan buat nanti Piala Asia," jelas Erick yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga.
Jalan Panjang Menuju Piala Dunia
Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia. Erick menilai persiapan menuju Piala Dunia butuh keseriusan dan kerja keras seluruh elemen tim.
Perbaikan di sejumlah titik kelemahan menjadi fokus utama. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum Indonesia melakoni agenda berikutnya di Piala Asia.