MAHA Kantongi Kontrak Angkut Batu Bara Rp2,2 Triliun hingga 2030

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:00:32 WIB
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) menandatangani kontrak jasa transportasi batu bara senilai Rp2,2 triliun dengan PT Ade Putra Tanrajeng.

NUSAAKSARA.COM — PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) meneken kontrak jasa transportasi batu bara senilai Rp2,2 triliun dengan PT Ade Putra Tanrajeng pada 6 Oktober 2026. Kontrak berdurasi empat tahun hingga 2030 itu menjadi amunisi baru perseroan setelah laba bersihnya melesat 1.006 persen di semester I-2026.

Kontrak anyar ini memperkuat posisi MAHA di bisnis jasa angkutan komoditas tambang. PT Ade Putra Tanrajeng sendiri merupakan anak usaha PT Kutai Bara Nusantara, perusahaan yang bergerak di sektor batu bara.

Direktur Utama MAHA Yenny Hamidah Koean menyebut kesepakatan tersebut sebagai bukti kemampuan perseroan menggarap jasa transportasi tambang.

"Kontrak ini merupakan bukti nyata dari kapabilitas kami dalam memberikan jasa transportasi komoditas pertambangan yang handal, efisien, dan berorientasi pada keselamatan," kata Yenny dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (8/10/2026).

Laba Semester I-2026 Melonjak 1.006 Persen

Kontrak jumbo ini datang saat kinerja keuangan MAHA sedang moncer. Hingga Juni 2026, perseroan membukukan laba bersih Rp142,13 miliar.

Angka itu melesat 1.006 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp12,89 miliar. Pendapatan bersih juga naik 34,1 persen menjadi Rp1,65 triliun dari sebelumnya Rp1,23 triliun.

Kenaikan pendapatan berdampak pada laba bruto yang terdongkrak 70 persen menjadi Rp273,4 miliar dengan margin 16,6 persen. Di level operasional, laba usaha konsolidasian tercatat di kisaran Rp173,5 miliar hingga Rp189,3 miliar, tumbuh hampir 100-147 persen secara tahunan.

Arti Penting bagi Bisnis ke Depan

Kontrak empat tahun ini memberi kepastian pendapatan bagi MAHA hingga 2030. Durasi panjang tersebut relatif tidak biasa di sektor jasa angkutan tambang yang kerap bergantung pada fluktuasi harga batu bara global.

Dengan nilai Rp2,2 triliun, kontrak ini setara dengan sekitar 1,3 kali pendapatan bersih MAHA di semester I-2026. Artinya, arus kas perseroan berpeluang lebih stabil dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi industri batu bara nasional, kesepakatan ini menunjukkan aktivitas pengangkutan komoditas masih berjalan kencang. Permintaan jasa transportasi tambang tetap tinggi meski harga batu bara di pasar dunia bergerak dinamis.

MAHA sendiri mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan bergerak di bidang jasa transportasi serta penunjang operasional pertambangan. Perusahaan ini melayani pengangkutan batu bara dari area tambang ke titik pengumpulan maupun pelabuhan.

Kombinasi laba yang melesat dan kontrak baru bernilai triliunan rupiah menempatkan MAHA pada posisi yang lebih kuat untuk mengejar target pertumbuhan hingga akhir dekade ini.

Terkini