NUSAAKSARA.COM — Valuasi Moonshot AI menembus USD50 miliar (sekitar Rp896 triliun) setelah menutup putaran pendanaan terakhir, membuka jalan bagi penawaran umum perdana di Hong Kong pada awal 2027. Perusahaan kecerdasan buatan asal China itu mulai mengukur sentimen investor lewat serangkaian pertemuan pendahuluan yang akan dimulai paling cepat bulan ini.
Rangkaian pertemuan pendahuluan dengan calon investor dijadwalkan mulai paling cepat bulan ini. Agendanya menjajaki minat pasar sebelum proses penawaran resmi dibuka. Informasi ini mengacu pada sejumlah sumber yang dikutip Bloomberg.
Kimi K3 Jadi Modal Utama di Pasar AI China
Moonshot dikenal sebagai salah satu pemain terdepan di industri AI China. Pada Juli, perusahaan merilis Kimi K3, model AI terbuka yang menurut sejumlah pengukuran hampir menyamai produk unggulan OpenAI dan Anthropic.
Posisi itu membuat Moonshot diperhitungkan sebagai kandidat kuat di pasar AI generatif yang selama ini didominasi perusahaan Amerika Serikat. Model terbuka menjadi strategi perusahaan untuk memperluas adopsi di kalangan pengembang dan pelaku bisnis.
Bayang-Bayang Pengawasan Data di China
Rencana IPO berjalan di tengah pengawasan yang menguat terhadap industri AI China. Pemerintah Beijing dilaporkan baru-baru ini membuka penyelidikan keamanan data terhadap DeepSeek dan Moonshot.
Belum jelas bagaimana penyelidikan itu akan mempengaruhi jadwal maupun struktur penawaran saham Moonshot. Regulator di China memang semakin ketat mengawasi perusahaan AI, terutama yang mengelola data dalam jumlah besar dan bersinggungan dengan kepentingan nasional.
Apa Artinya bagi Investor dan Peta Kompetisi AI
Bagi investor, IPO Moonshot menjadi salah satu penawaran paling dinanti di sektor teknologi Asia. Valuasi USD50 miliar menempatkan perusahaan ini sejajar dengan sejumlah raksasa AI global, meski skala pendapatannya belum tentu sebanding.
Pencatatan di Hong Kong juga memberi alternatif bagi investor yang ingin menaruh dana di sektor AI tanpa harus masuk ke pasar Amerika Serikat. Bursa Hong Kong selama ini menjadi pintu utama bagi perusahaan teknologi China untuk mengakses modal internasional.
Dari sisi kompetisi, langkah Moonshot menambah tekanan bagi pemain AI lain di Asia. Perusahaan yang lebih dulu melantai di bursa berpeluang lebih cepat mengumpulkan dana untuk mengembangkan model dan infrastruktur komputasi, dua pos pengeluaran terbesar di industri ini.
Sejumlah sumber menyebut pertemuan pendahuluan menjadi momen krusial untuk mengukur seberapa besar selera investor terhadap saham perusahaan AI China. Hasilnya akan menentukan skala penawaran, termasuk jumlah saham yang dilepas dan rentang harga yang dipatok.