IHSG Jeblok ke 5.901, Turun 0,58% di Awal Sesi, 328 Saham Memerah

Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:31:01 WIB
IHSG dibuka melemah ke level 5.901,82 pada awal sesi perdagangan Selasa (13/10/2026).

NUSAAKSARA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terparkir di level 5.901,82 pada perdagangan Selasa (13/10/2026) pukul 09.05 WIB, turun 34,32 poin atau 0,58% dari posisi sebelumnya. Tekanan jual langsung menghajar begitu bursa dibuka, membawa indeks menjauh dari level 6.000. Sebanyak 328 saham sudah berada di zona merah, sementara hanya 186 saham yang bertahan menguat.

Data perdagangan RTI menunjukkan IHSG dibuka langsung di zona merah pada level 5.914,98. Tekanan jual berlanjut hingga indeks menyentuh titik terendah 5.880,85 di awal sesi, sebelum sedikit terangkat ke 5.901,82.

Pelemahan pagi ini memperlebar jarak IHSG dari level psikologis 6.000. Indeks kini bergerak di kisaran 5.900-an, level yang terakhir kali bertahan sebelum tekanan jual beruntun dalam beberapa sesi terakhir.

Mayoritas Saham Tertekan, Hanya 186 yang Menguat

Breadth pasar pagi ini didominasi warna merah. Dari total saham yang diperdagangkan, 328 saham melemah, 186 saham menguat, dan 184 saham stagnan tidak bergerak.

Komposisi itu menunjukkan tekanan jual tersebar cukup merata, bukan hanya terpusat di saham-saham berkapitalisasi besar. Investor tampak memilih mengurangi eksposur di awal sesi ketimbang menunggu perkembangan lebih lanjut.

Volume Transaksi Pagi Capai Rp 806,8 Miliar

Aktivitas perdagangan di awal sesi tercatat cukup ramai. Total volume perdagangan mencapai 2,57 miliar saham dengan nilai perputaran uang hingga Rp 806,8 miliar.

Frekuensi perdagangan tercatat 118.350 kali. Angka ini menggambarkan bahwa transaksi terjadi di banyak saham, bukan hanya terkonsentrasi pada segelintir emiten.

Jarak dari Level 6.000 Semakin Melebar

Posisi 5.901,82 menandai IHSG semakin jauh dari level 6.000 yang sempat menjadi acuan banyak analis. Setiap penurunan mendekati 5.880 berpotensi memicu aksi jual lanjutan, terutama dari investor yang menempatkan stop loss di sekitar area tersebut.

Bagi investor ritel, pelemahan ini menjadi ujian disiplin terhadap rencana trading masing-masing. Bagi pelaku pasar institusi, fokus bergeser ke arah apakah tekanan jual pagi ini berlanjut hingga sesi penutupan atau justru berbalik menjelang akhir hari.

Terkini