Investigasi BBC Ungkap Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi

Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:00:31 WIB
Citra satelit memperlihatkan area pembangunan di kompleks kediaman Bocharov Ruchey, Sochi, Rusia.

NUSAAKSARA.COM — Pemerintah Rusia membongkar dan membangun ulang kediaman resmi Presiden Vladimir Putin di Bocharov Ruchey, Sochi, dalam skala yang jauh lebih besar tanpa pemberitahuan publik. Investigasi BBC News Rusia menemukan jejak proyek melalui putusan pengadilan, citra satelit, dan iklan lowongan kerja yang menawarkan akomodasi mewah bagi para tukang bangunan.

Pembongkaran kediaman kepala negara Rusia di tepi Laut Hitam itu dimulai pada 2024. Memasuki September 2025, sebuah lubang galian besar telah muncul di lokasi yang sebelumnya menjadi tempat peristirahatan para pemimpin Soviet dan Rusia sejak era Nikita Khrushchev.

Rumah peristirahatan di Bocharov Ruchey telah digunakan oleh pemimpin Rusia sebelumnya, dari Nikita Khrushchev, Leonid Brezhnev, hingga Boris Yeltsin. Putin pertama kali menginap di istana milik pemerintah Rusia itu sebelum dilantik pertama kali sebagai presiden pada Mei 2000, dan sering menjamu para pemimpin negara lain di sana.

Pada 2008, tempat itu resmi menjadi kediaman Presiden Rusia. Kepala Departemen Manajemen Properti Kepresidenan Federasi Rusia, Vladimir Kozhin, menyatakan bahwa kepala negara dapat tinggal, bekerja, hidup, dan menjalankan semua fungsi, termasuk fungsi panglima tertinggi di rumah itu.

Frekuensi Kunjungan Putin Menurun Seiring Ancaman Drone

Putin mengunjungi Sochi sebanyak 24 kali pada 2021, setahun sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina. Angka itu turun drastis menjadi hanya dua kali pada 2024 dan 2025, menurut laporan Financial Times.

Penurunan frekuensi perjalanan Putin ke Laut Hitam bertepatan dengan semakin seringnya drone Ukraina mencapai garis pantai. Situasi keamanan yang memburuk itu tidak menghentikan proyek pembangunan yang justru diperluas.

Pada 2026, badan keamanan negara Rusia, FSO, memperkuat perlindungan terhadap Bocharov Ruchey. Mereka menetapkan zona keamanan seluas lebih dari tiga kilometer persegi di sekitar kediaman tersebut.

Jejak Kontrak Pertahanan di Balik Proyek Rahasia

Pada musim gugur 2026, atap beberapa bangunan besar baru yang menempati area jauh lebih luas daripada kediaman sebelumnya terlihat pada citra satelit yang dianalisis BBC News Rusia. Tidak semua bagian kompleks asli dihancurkan—Gedung Bocharov Ruchey-2 yang dibangun untuk Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014 tetap utuh.

Pihak berwenang belum membuat pengumuman apa pun tentang pembangunan baru tersebut. Namun, investigasi BBC News Rusia mengungkap jejak dokumen melalui putusan pengadilan terkait sengketa antarkontraktor.

Dalam putusan itu ditemukan referensi kontrak program pengadaan pertahanan negara dengan nomor kode 2327202903572000000000000. Empat digit pertama menunjukkan tahun penandatanganan dan berakhirnya kontrak: 2023 dan 2027. Tiga digit berikutnya, 202, adalah kode FSO sebagai otoritas pemberi kontrak.

Dari beberapa putusan pengadilan lebih lanjut terkait sengketa dengan subkontraktor di Bocharov Ruchey, BBC News Rusia menemukan bahwa kontraktor utama proyek tersebut adalah TSI Group yang terdaftar di Krimea. Salah satu perselisihannya adalah dengan institut desain Sevastopol, Voenmorproekt-30, yang mengalami keterlambatan jadwal beberapa bulan setelah konstruksi dimulai pada awal 2025.

Pelanggaran juga teridentifikasi dalam pembangunan tembok untuk "rumah utama" yang ditugaskan kepada sebuah perusahaan dari Orenburg.

Tukang Bangunan Ditawari Kolam Renang dan Makan Gratis

BBC News Rusia menemukan iklan lowongan pekerjaan untuk tukang bangunan, termasuk tukang batu, tukang besi, dan spesialis beton, di media sosial dan layanan perekrutan. Beberapa di antaranya menyebutkan nama Bocharov Ruchey secara eksplisit.

"Sebuah hunian sedang dibangun," tulis salah satu pemberitahuan. "Sistem pengawasan akses - Bocharov Ruchey." Pemberitahuan lain memperingatkan: "Fasilitas ini strategis."

Salah satu iklan pada Januari 2025 menyatakan tukang bangunan sangat dibutuhkan untuk membangun gedung dua lantai "di lokasi dengan akses terbatas yang memerlukan izin" di Sochi, dan menawarkan pembayaran tunai. Iklan lainnya pada akhir tahun merujuk pada bangunan empat lantai di fasilitas dengan kontrol akses dan pemeriksaan paspor.

Awalnya, hanya warga negara Rusia tanpa catatan kriminal yang dapat melamar. "Pemeriksaan latar belakang diperlukan," demikian bunyi salah satu iklan tersebut.

Persyaratan kemudian menjadi kurang ketat. Warga Belarusia, Kazakhstan, dan Kirgistan juga diminta mendaftar. Mereka ditawari akomodasi "di sebuah hostel dengan kolam renang" atau apartemen, makan tiga kali sehari, peralatan gratis, dan pakaian kerja. Prioritas diberikan kepada tim lengkap yang siap bekerja.

Hingga investigasi ini dipublikasikan, Kremlin belum memberikan tanggapan resmi atas temuan BBC News Rusia. Proyek pembangunan diperkirakan berlanjut hingga 2027 sesuai masa berlaku kontrak yang terungkap dalam dokumen pengadilan.

Terkini