BI Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 8,20 Persen di 2026, Standar Pinjaman Melonggar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:00:31 WIB
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 8,20 persen secara tahunan pada 2026.

NUSAAKSARA.COM — Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit baru perbankan meningkat pada kuartal IV-2026, dengan proyeksi pertumbuhan kredit 8,20 persen secara tahunan. Keyakinan ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang penyaluran kredit baru yang naik ke 91,31 persen, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 90,08 persen.

Jakarta. Survei Perbankan Bank Indonesia yang dirilis Kamis (22/10/2026) menunjukkan optimisme perbankan menyalurkan kredit pada tiga bulan terakhir tahun ini. Angka SBT 91,31 persen itu juga melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 88,92 persen. Bagi pembaca umum, SBT adalah indikator survei yang menggambarkan arah penyaluran kredit: makin tinggi angkanya, makin banyak bank yang berencana menambah kredit baru.

Kredit Modal Kerja Masih Jadi Prioritas

Berdasarkan jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja diperkirakan tetap menjadi primadona penyaluran kredit baru pada kuartal IV-2026. Setelah itu, bank menempatkan Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi sebagai prioritas berikutnya.

Di segmen konsumsi, Kredit Multiguna diprakirakan memimpin, disusul Kredit Pemilikan Rumah/Kredit Pemilikan Apartemen dan Kredit Kendaraan Bermotor. Sementara dari sisi sektor ekonomi, aliran kredit baru terbesar diramal menuju industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan.

Standar Pinjaman Melonggar, tapi Belum Longgar

Sejalan dengan rencana menambah kredit, bank diperkirakan melonggarkan standar penyaluran pada kuartal IV-2026. Indeks Lending Standard turun menjadi 0,15 dari 0,28 pada kuartal III-2026. Angka yang lebih rendah menandakan syarat pinjaman makin longgar.

Meski melonggar, standar kredit masih berada di zona ketat. Pelonggaran terutama diperkirakan terjadi pada Kredit Modal Kerja dan KPR/KPA. Dari aspek penyaluran, kelonggaran mencakup plafon kredit, jangka waktu, suku bunga, hingga persyaratan administrasi.

Target Pertumbuhan Naik, tapi Masih di Bawah Realisasi 2025

Outstanding kredit perbankan hingga akhir 2026 diprakirakan tumbuh 8,20 persen secara tahunan. Proyeksi ini lebih tinggi dibanding perkiraan survei sebelumnya sebesar 7,51 persen.

Namun, angka itu masih lebih rendah dari realisasi pertumbuhan kredit sepanjang 2025 yang mencapai 9,69 persen. Artinya, bank tetap menyalurkan kredit lebih banyak, hanya saja laju kenaikannya melambat dibanding tahun lalu.

Dana Pihak Ketiga Ikut Tumbuh

Dari sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga secara kumulatif hingga kuartal IV-2026 diperkirakan tetap tumbuh. SBT DPK tercatat 89,76 persen, naik dari 87,52 persen pada kuartal III-2026, meski masih di bawah kuartal IV-2025 sebesar 93,97 persen.

Tabungan dan giro diperkirakan tumbuh lebih tinggi, masing-masing dengan SBT 90,29 persen dan 89,64 persen. Sebaliknya, pertumbuhan deposito diprakirakan melambat dengan SBT 28,74 persen.

Penutup: Bagi nasabah, sinyal pelonggaran standar kredit berarti peluang approval pinjaman, terutama KPR dan modal kerja, sedikit terbuka menjelang akhir tahun. Bagi investor, proyeksi 8,20 persen menjadi acuan awal membaca kinerja laba bank di kuartal IV-2026.

Terkini