Mentan Amran Sebut NTP Februari 2026 Tembus 125,45, Rekor Baru Sektor Pertanian

Mentan Amran Sebut NTP Februari 2026 Tembus 125,45, Rekor Baru Sektor Pertanian
Foto: Dok. Kementan

NUSA AKSARA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan nilai tukar petani (NTP) pada Februari 2026, yang melonjak ke angka 125,45 berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), menjadi capaian rekor tertinggi baru, yang memperkuat optimisme kinerja sektor pertanian nasional.

"Capaian ini menjadi rekor baru. Ini bukti kebijakan kita di lapangan mulai dirasakan langsung oleh petani," kata Mentan dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

BPS mencatat NTP Februari 2026 naik menjadi 125,45 atau meningkat 1,50 persen dibandingkan Januari 2026 yang 124,60.

Menurut Amran, angka tersebut mencerminkan rasio harga yang diterima petani meningkat lebih cepat dibandingkan biaya yang dibayar.

Adapun berdasarkan data BPS, pergerakan NTP selama periode Maret 2025 hingga Februari 2026 menunjukkan tren yang fluktuatif, namun cenderung menguat setelah penurunan di awal periode.

Dimulai di angka 123,72 di bulan Maret 2025, indeks sempat menyentuh titik terendah pada April 2025 sebesar 121,06, namun kemudian perlahan bangkit secara konsisten hingga mencapai 124,36 pada September 2025.

Setelah mengalami sedikit koreksi pada Oktober dan November, NTP kembali melonjak signifikan di akhir tahun menjadi 125,35 pada Desember 2025. Meskipun sempat turun kembali ke angka 123,60 pada Januari 2026, NTP mulai merangkak naik di angka 125,45 pada Februari 2026.

Amran menegaskan capaian NTP tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan daya beli petani nasional, seiring rangkaian deregulasi, efisiensi anggaran, dan transformasi pertanian menuju sistem modern.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan pada Februari 2026, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tercatat sebesar 158,38 atau naik 2,17 persen dibanding bulan sebelumnya.

Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain cabai rawit, karet, kelapa sawit, dan bawang merah.

"Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen menjadi 126,24. Peningkatan ini antara lain dipengaruhi oleh naiknya harga cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, dan telur ayam ras,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ateng menyampaikan secara subsektor, sebagian besar mengalami kenaikan NTP. Subsektor hortikultura mencatat kenaikan tertinggi, dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026 atau naik 16,68 persen.

"Selain hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 0,24 persen, peternakan naik 1,68 persen, dan perikanan naik 0,72 persen. Untuk perikanan, NTP nelayan naik 0,35 persen dan NTP pembudidaya ikan meningkat 1,32 persen," tambahnya.

Adapun subsektor tanaman pangan menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan, dari 113,43 pada Januari menjadi 112,43 pada Februari 2026 atau turun 0,88 persen.

(CHY/CTA)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index