NUSA AKSARA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA memperkuat upaya penyediaan air bersih melalui penjajakan kerja sama internasional. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat peningkatan layanan air minum bagi warga Jakarta.
Dalam kutipan siaran pers Pemprov DKI Jakarta, PAM JAYA menjalin komunikasi dengan Bin Zayed International sebagai calon mitra strategis.
Target Layanan Air 100 Persen
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi mencapai cakupan layanan penuh di Jakarta.
“Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur jelas, pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA menargetkan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta. Karena itu, kami perlu bermitra dengan pihak yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” ujarnya.
Tahap Awal Kerja Sama
Sebagai langkah awal, dilakukan penandatanganan non-disclosure agreement (NDA) antara PAM JAYA dan Bin Zayed International. Kesepakatan ini membuka ruang pertukaran data dan kajian teknis terkait pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Dilansir dari siaran pers yang sama, kerja sama ini masih dalam tahap penjajakan sebelum masuk ke pembahasan lebih lanjut.
Tantangan Infrastruktur Perkotaan
Arief menjelaskan tantangan utama layanan air di Jakarta tidak hanya pada perluasan cakupan, tetapi juga pengurangan tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW). Kondisi ini dipengaruhi oleh kepadatan kota dan kompleksitas jaringan utilitas.
“Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, serta kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, penting untuk membuka peluang dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta,” jelasnya.
Potensi Pengembangan Infrastruktur Besar
Selain pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menyatakan minat pada proyek infrastruktur strategis Jakarta. Salah satunya adalah proyek pengendalian pesisir atau Giant Sea Wall.
Minat tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Jakarta akan infrastruktur yang berkelanjutan dan tangguh.
Perluasan Kolaborasi Internasional
PAM JAYA sebelumnya juga menjalin komunikasi dengan mitra dari berbagai negara, termasuk Turki dan Swiss. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas teknologi dan operasional layanan air bersih.
“Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama berjalan profesional, akuntabel, dan berbasis kajian matang. PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama,” pungkas Arief.
Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mempercepat peningkatan layanan dasar melalui kolaborasi global.
(CHY)