Kapolri Buka Peluang Polwan Pimpin Polri, 29 Ribu Personel Siap Bersaing

Kapolri Buka Peluang Polwan Pimpin Polri, 29 Ribu Personel Siap Bersaing
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSAAKSARA.COM — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri suatu hari nanti mungkin dipimpin seorang polisi wanita. Peluang itu ia sampaikan saat membuka konferensi internasional polisi wanita di Bali yang dihadiri 450 peserta dari 43 negara. Saat ini dari lebih 450 ribu personel Polri, sekitar 29 ribu atau 6,2 persen di antaranya adalah Polwan.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka peluang besar bagi polisi wanita untuk menduduki kursi tertinggi di institusi kepolisian. Pernyataan itu disampaikannya ketika membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu (20/9/2026).

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sigit menyebut sejumlah negara mitra telah lebih dulu dipimpin polwan. Australia, Belanda, dan Barbados menjadi contoh yang ia soroti di hadapan peserta konferensi.

"Suatu hari nanti, Polri mungkin saja dipimpin oleh seorang polwan, sebagaimana telah ditunjukkan oleh negara-negara mitra kita, termasuk Australia, Belanda, dan Barbados," kata Sigit.

450 Peserta dari 43 Negara Hadir di Bali

Konferensi tahunan IAWP mempertemukan 450 peserta yang mewakili 43 negara. Indonesia mengirim delegasi terbesar dengan 164 peserta, jauh melampaui Tanzania yang mengirim 48 peserta dan Kanada 36 peserta.

Amerika Serikat mengirim 19 peserta, disusul Inggris 18 peserta dan Australia 16 peserta. Komposisi delegasi itu menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah sekaligus kontingen terbesar dalam forum tersebut.

Tema IAWP 2026, Women Leading Global Change, menurut Sigit sejalan dengan pesan yang ingin ia sampaikan. Perempuan bukan sekadar bagian dari perubahan, melainkan punya kapasitas memimpin perubahan itu sendiri.

29 Ribu Polwan dari Total 450 Ribu Personel

Perjalanan Polwan Indonesia sudah berlangsung sejak 1948. Kini dari lebih 450 ribu personel Polri, sekitar 6,2 persen atau 29 ribu di antaranya merupakan Polwan. Jumlahnya terus bertambah, tetapi proporsinya masih jauh dari paruh total kekuatan kepolisian.

Sigit menilai tantangan kesetaraan gender belum surut. Ia mengutip Global Gender Gap Report 2025 yang memperkirakan dunia masih membutuhkan sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan gender sepenuhnya.

Komitmen pengembangan Polwan diwujudkan lewat HeForShe Award yang diberikan setiap tahun kepada Polwan berprestasi. Sigit sendiri menerima penghargaan itu dari IAWP pada 2023.

Dorongan untuk Merebut Posisi Strategis

Dalam sambutannya, Sigit menegaskan setiap Polwan harus mendapat kesempatan setara untuk berkembang. Ia menyebut jenjang kepemimpinan tertinggi di kepolisian terbuka bagi mereka yang mempersiapkan diri sejak awal.

"Teruslah berupaya mencapai keunggulan, perkuat kemampuan, dan persiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan," ujarnya.

Pesan itu ia arahkan tidak hanya kepada peserta konferensi, tetapi juga seluruh Polwan yang bertugas di jajaran daerah. Kapasitas, kata Sigit, menjadi syarat utama untuk mengisi posisi strategis di institusi.

Ia juga meminta jajarannya membuka akses pelatihan dan penugasan yang selama ini lebih banyak diisi personel pria. Kesetaraan kesempatan dinilai menjadi fondasi sebelum bicara soal siapa yang layak memimpin Polri.

Konferensi IAWP di Bali menjadi panggung pertama Indonesia setelah sebelumnya rutin mengirim delegasi ke forum serupa. Penyelenggaraan tahun ini menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah bagi jaringan polisi wanita terbesar di dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index