Kemenkop dan KKP Sinergikan KDKMP-KNMP di Sinjai, Nelayan Dijamin Akses Modal

Kemenkop dan KKP Sinergikan KDKMP-KNMP di Sinjai, Nelayan Dijamin Akses Modal
Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke, Sinjai.

NUSAAKSARA.COM — Kementerian Koperasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkuat sinergi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai, Sulawesi Selatan. Nelayan di kawasan Tongke-Tongke yang bergabung dalam koperasi dijamin memperoleh kemudahan pembiayaan dan modal kerja untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan memperkuat pengelolaan dan operasionalisasi KNMP. Langkah itu sejalan dengan Peraturan Presiden tentang tata kelola KDKMP yang mengatur hubungan antara KNMP dan KDKMP.

Ferry menekankan keberadaan KDKMP di kawasan KNMP Tongke-Tongke, Sinjai, perlu diintegrasikan supaya tidak terjadi duplikasi pembangunan fasilitas. Infrastruktur yang sudah tersedia di kawasan kampung nelayan, menurut dia, bisa dioptimalkan sebagai pusat kegiatan koperasi.

Integrasi Fasilitas di Kawasan Tongke-Tongke

Ferry menyebut infrastruktur yang sudah ada di kawasan kampung nelayan dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan koperasi, dengan tambahan fasilitas pendukung yang diperlukan. Ia memastikan nelayan di KNMP Tongke-Tongke yang tergabung dalam koperasi mendapat jaminan kemudahan mengakses pembiayaan dan modal kerja.

Karena itu, Ferry mendorong seluruh nelayan di Tongke-Tongke menjadi anggota atau pengurus KDKMP. Menurut dia, sinergi kedua program itu membuat hasil tangkapan nelayan diserap melalui KDKMP, lalu dipasarkan lewat jaringan KDKMP atau diolah menjadi produk turunan bernilai tambah.

"Infrastruktur yang telah tersedia di kawasan kampung nelayan dapat dioptimalkan sebagai pusat kegiatan koperasi dengan tambahan fasilitas pendukung yang diperlukan," ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 September.

Hasil Tangkapan Diserap Lewat Jaringan Koperasi

Ferry menuturkan perbaikan ekosistem bisnis dan peningkatan sarana prasarana di KNMP akan mendorong kontribusi sektor perikanan bagi perekonomian daerah. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Sinjai mencapai 11 persen dan sebagian besar disumbang sektor perikanan.

"Hasil tangkapan para nelayan disini akan kita perbaiki, akan kita tingkatkan kualitasnya bahkan kemudian bisa kita kembangkan permodalan yang dibutuhkan oleh nelayan," ucapnya.

Ferry juga menyatakan kawasan Tongke-Tongke akan dijadikan percontohan ketika sinergi KDKMP dan KNMP benar-benar mampu menjalankan berbagai kegiatan, termasuk dukungan peningkatan sarana prasarana bagi nelayan.

Kendala Bahan Bakar Jadi Perhatian KKP

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan KNMP di kampung nelayan Tongke-Tongke akan menjadi salah satu unit usaha yang dikelola KDKMP. Dengan manajemen yang baik dan skema pengelolaan koperasi yang profesional, ia meyakini kendala yang dihadapi nelayan dapat diurai dan dituntaskan.

"Kami datang ke sini untuk mengetahui apa kendalanya, ternyata salah satunya adalah (ketersediaan) bahan bakar yang masih kurang. Maka ini akan menjadi perhatian dari kita semua untuk bisa segera diatasi secara jangka panjang," kata Trenggono.

Ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu persoalan yang mencuat dalam kunjungan kedua kementerian ke Sinjai. Trenggono menyatakan persoalan itu akan ditangani bersama untuk jangka panjang, seiring pengelolaan KNMP oleh KDKMP.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index