Pertamina Patra Niaga Buka Peluang Usaha Perempuan, Omzet Rp3,5 Juta per Bulan

Pertamina Patra Niaga Buka Peluang Usaha Perempuan, Omzet Rp3,5 Juta per Bulan
Program PUANMAKARI di Makassar memberdayakan perempuan dan anak melalui pelatihan kewirausahaan serta pendampingan hukum.

NUSAAKSARA.COM — PT Pertamina Patra Niaga menjalankan sejumlah program pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal di Makassar dan Pontianak, dengan hasil nyata berupa omzet usaha Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per bulan. Program ini menyasar perempuan, anak, lansia, dan warga kurang mampu lewat pendekatan yang menggabungkan pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan di sektor energi.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan membangun masyarakat yang mandiri. Menurut dia, perempuan berperan sebagai penggerak keluarga dan masyarakat.

"Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak keluarga dan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu diwujudkan dengan membuka ruang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mengambil keputusan, dan membangun kemandirian ekonomi," ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (27/9/2026).

PUANMAKARI di Makassar Jangkau Puluhan Warga

Di Makassar, Integrated Terminal (IT) Makassar mengembangkan program PUANMAKARI (Perempuan Mandiri Anak Percaya Diri). Program ini berfungsi sebagai pusat pemberdayaan sekaligus perlindungan bagi perempuan dan anak.

Cakupan kegiatannya meliputi kelas parenting, pendidikan anak, kelompok belajar perempuan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan hukum. Ada pula pengembangan usaha pengolahan hasil laut melalui Dapur Perlawanan.

Sejauh ini, PUANMAKARI telah menjangkau 57 anak, 18 perempuan, 14 warga fakir miskin, dan 11 lansia. Sasaran program bukan hanya peningkatan kapasitas perempuan, tetapi juga perluasan peluang ekonomi dan penguatan ketahanan keluarga.

Posyandu Aster di Pontianak Hasilkan Omzet Rutin

Di Pontianak, IT Pontianak mengembangkan Posyandu Aster sebagai ruang yang menyatukan layanan kesehatan dengan edukasi, kepedulian lingkungan, dan kewirausahaan sosial.

Melalui CV Aster Kulina Prima, masyarakat khususnya perempuan memperoleh peluang usaha dengan omzet sekitar Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per bulan. Pendapatan itu turut menopang operasional posyandu, sehingga layanan kesehatan tetap berjalan.

Model ini menunjukkan pemberdayaan ekonomi dan layanan sosial bisa saling menguatkan. Warga tidak hanya mendapat penghasilan, tetapi juga akses kesehatan yang lebih terjaga.

Pendekatan Menyeluruh di Berbagai Wilayah

Program TJSL Pertamina Patra Niaga dikembangkan di sejumlah wilayah dengan memadukan pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, pelestarian budaya, hingga pemanfaatan energi bersih. Perusahaan menempatkan potensi lokal sebagai dasar perancangan program, bukan sekadar bantuan sesaat.

Bagi warga di sekitar terminal dan fasilitas operasi perusahaan, dampaknya terasa langsung. Perempuan mendapat ruang belajar dan mengembangkan keterampilan, sementara keluarga memperoleh tambahan penghasilan.

Perusahaan menegaskan pemberdayaan perempuan menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang mandiri dan tangguh. Pendekatan berbasis potensi lokal dipilih agar program berkelanjutan dan tidak bergantung pada bantuan jangka pendek.

Langkah Pertamina Patra Niaga memperlihatkan perusahaan energi tidak hanya bergerak di sisi operasi, tetapi juga menyentuh ekonomi rumah tangga di wilayah kerjanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index