Rekam Jejak hingga Taktik, 3 Fakta Menarik John Herdman Resmi Latih Timnas Indonesia

Selasa, 13 Januari 2026 | 22:01:34 WIB
Ilustrasi John Herdman. (Foto: Generate AI).

NUSA AKSARA - PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia senior. Pelatih asal Inggris itu dipercaya menggantikan Patrick Kluivert, yang berpisah dengan federasi pada Oktober 2025 usai kegagalan membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Penunjukan Herdman diumumkan secara resmi oleh PSSI pada 3 Januari 2026. Ia kemudian diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Penunjukan John Herdman bukan tanpa alasan. PSSI menilai sang pelatih memiliki rekam jejak, visi, dan pendekatan yang sejalan dengan arah pembangunan Timnas Indonesia. Berikut tiga fakta menarik John Herdman usai resmi menukangi skuad Garuda.

1. Rekam Jejak Kelas Dunia

John Herdman, yang kini berusia 50 tahun, memiliki reputasi kuat di level internasional. Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang mampu membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA, yakni Kanada.

Bersama Timnas Putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011 serta meraih dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016. Prestasi bersejarah juga ia torehkan bersama timnas putra Kanada dengan mengantarkan mereka ke Piala Dunia 2022 setelah penantian selama 36 tahun.

2. Fokus Regenerasi Pemain Muda

Selain prestasi, Herdman dikenal sebagai pelatih yang menaruh perhatian besar pada pengembangan pemain muda. Ia tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang melalui regenerasi yang terstruktur.

Talenta muda Indonesia akan menjadi prioritas utama dalam proyek Herdman. Karena itu, selain menangani timnas senior, ia juga dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-23 sebagai bagian dari kesinambungan pembinaan pemain.

3. Taktik Fleksibel dan Adaptif

Dalam hal strategi, Herdman dikenal memiliki fleksibilitas taktik tinggi. Ia tidak terpaku pada satu formasi, melainkan menyesuaikan pendekatan dengan karakter pemain dan kebutuhan pertandingan.

Saat melatih Kanada, formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1 kerap menjadi andalan dengan memaksimalkan kecepatan dan agresivitas lini depan. Namun, ketika situasi menuntut keseimbangan, Herdman tak ragu beralih ke pola empat bek seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1 demi menjaga stabilitas pertahanan dan efektivitas transisi.

Dengan kombinasi pengalaman internasional, fokus pada pemain muda, serta fleksibilitas taktik, kehadiran John Herdman diharapkan mampu membawa Garuda terbang tinggi di level Asia maupun dunia, terutama di Piala Asia 2027, serta mengantar Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 mendatang, sebagaimana ditargetkan PSSI. (CTA)

Tags

Terkini