Iran Tegaskan Siap Perang Berkepanjangan Lawan AS-Israel, Tak Peduli Soal Biaya

Iran Tegaskan Siap Perang Berkepanjangan Lawan AS-Israel, Tak Peduli Soal Biaya
Foto: Ilustrasi Generate AI

NUSA AKSARA – Ketegangan di Timur Tengah terus memanas. Komandan Keamanan Iran, Ali Larijani, melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat dengan menegaskan bahwa Teheran siap menghadapi perang jangka panjang melawan AS dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Larijani melalui akun media sosial X pada Senin (2/4), sebagaimana dikutip dari Al Arabiya. Ia menegaskan bahwa militer Iran telah dipersiapkan untuk menghadapi konflik berkepanjangan.

“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, sudah siap menjalani perang yang panjang. Iran akan membela diri tanpa mempedulikan biaya apa pun,” tulis Larijani.

Serangan Besar dan Balasan Rudal

Sebelumnya, angkatan udara dan angkatan laut Amerika Serikat bersama pasukan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa tujuan operasi militer tersebut adalah untuk menghancurkan kemampuan militer Iran.

Sebagai respons, Iran dilaporkan menembakkan sejumlah rudal ke target-target di Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah memicu kekhawatiran global akan potensi perang regional yang lebih luas.

Klaim Korban dan Prediksi Perang Singkat

Trump sebelumnya mengklaim bahwa serangan gabungan Israel-AS yang dimulai sejak Sabtu (28/2) telah menewaskan sekitar 48 pimpinan Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Selain itu, Trump menyatakan optimisme bahwa perang tidak akan berlangsung lama. Ia memprediksi bahwa Israel dan Amerika Serikat dapat menaklukkan Iran dalam waktu empat hingga lima minggu.

“Prosesnya selalu empat minggu. Sekuat apa pun negara itu, ini negara besar. Akan memakan waktu empat minggu—atau kurang,” ujar Trump kepada Daily Mail, dikutip dari Anadolu.

Trump juga menegaskan kesiapan logistik militer AS. “Kami memiliki amunisi dalam jumlah besar. Kami menyimpannya di berbagai negara di seluruh dunia,” tambahnya.

(CHY/CTA)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index