Sorotan Pajak di Tengah Karier Kim Seon-ho, Agensi Buka Suara

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:00:00 WIB
Kim Seonho / Foto: Tangkapan Layar Youtube: KBS (2017)

NUSA AKSARA - Tahun 2026 menjadi periode yang penuh dinamika bagi aktor Korea Selatan Kim Seon-ho. Di tengah kesibukannya membintangi sejumlah proyek drama dan film lintas platform, nama Kim Seon-ho turut menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan dugaan praktik pajak yang ramai diberitakan media Korea Selatan.

Isu tersebut berawal dari laporan yang menyebut Kim Seon-ho pernah mendirikan one-person corporation atau perusahaan satu orang pada Januari 2024, saat masih berada di bawah agensi sebelumnya. Perusahaan itu tercatat beralamat di kediamannya di Seoul, dengan sejumlah anggota keluarga, termasuk orang tua yang terdaftar sebagai direksi dan auditor internal.

Sejumlah media kemudian mengaitkan struktur perusahaan tersebut dengan dugaan pengelolaan pendapatan dan biaya yang berpotensi menurunkan kewajiban pajak. Pemberitaan ini memicu spekulasi luas di ruang publik, terlebih karena muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap transparansi pajak figur publik di Korea Selatan.

Sorotan terhadap Kim Seon-ho juga diperkuat oleh perbandingan dengan kasus serupa yang sebelumnya menimpa aktor Cha Eun-woo. Meski tidak berada dalam konteks hukum yang sama, kemiripan pola pemberitaan membuat isu ini berkembang cepat di media sosial dan portal berita.

Fantagio Bantah Dugaan Penghindaran Pajak

Menanggapi pemberitaan tersebut, agensi Kim Seon-ho, Fantagio, menyampaikan klarifikasi resmi. Fantagio menegaskan bahwa perusahaan satu orang yang dimaksud tidak dibentuk untuk tujuan penghindaran pajak atau pengurangan kewajiban secara ilegal.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada 1 Februari 2026, Fantagio menyatakan,
“Kim Seon-ho saat ini menjalankan seluruh aktivitasnya berdasarkan kontrak eksklusif dengan Fantagio, dan semua prosedur hukum serta perpajakan terkait kontrak dan aktivitas tersebut dipatuhi dengan sungguh-sungguh. Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada masalah apa pun terkait kontrak atau kegiatan antara Kim Seon-ho dan Fantagio.”

Fantagio juga menjelaskan bahwa perusahaan tersebut awalnya dibentuk untuk keperluan produksi teater dan kegiatan yang berkaitan dengan seni pertunjukan. Menurut agensi, entitas tersebut tidak digunakan sebagai sarana pengelolaan pajak pribadi sang aktor.

Lebih lanjut, Fantagio mengungkapkan bahwa sejak Kim Seon-ho bergabung dengan agensi tersebut pada Maret 2025, perusahaan itu tidak lagi menjalankan aktivitas operasional selama lebih dari satu tahun. Saat ini, perusahaan tersebut disebut sedang dalam proses pembubaran secara hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Antara Fakta dan Persepsi Publik

Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, kasus ini mencerminkan bagaimana isu pajak terhadap figur publik kerap berkembang di antara fakta, dugaan, dan persepsi. Di satu sisi, media menjalankan fungsi kontrol dengan melaporkan dugaan yang muncul ke permukaan. Di sisi lain, klarifikasi resmi dari pihak terkait menjadi rujukan penting untuk menjaga keseimbangan informasi.

Fantagio menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh ketentuan hukum dan perpajakan dalam pengelolaan aktivitas profesional Kim Seon-ho. Agensi juga menyatakan akan terus bersikap kooperatif agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi merugikan reputasi sang aktor.

Bagi publik dan pengamat industri hiburan, isu ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan klarifikasi berbasis fakta tetap menjadi kunci dalam menyikapi pemberitaan sensitif, khususnya yang menyangkut pajak dan reputasi figur publik. (CHY)

Tags

Terkini