Apresiasi Inovasi Pertanian BRMP Kota Bogor, Komisi IV DPR Dorong Hasil Riset

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:00:00 WIB
Foto: Dok. Pemkot Bogor

NUSA AKSARA – Kota Bogor kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan pertanian nasional. Keberadaan puluhan lembaga riset dan pendidikan di kota hujan dinilai berkontribusi besar terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat memberikan sambutan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura, Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, Kamis (22/1/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, dimanfaatkan untuk meninjau langsung berbagai inovasi dan pembaruan teknologi pertanian yang dikembangkan BRMP.

Dedie Rachim menjelaskan, Kota Bogor saat ini memiliki sekitar 50 lembaga penelitian, baik lembaga pusat, balai, badan, maupun institusi riset lainnya. Lembaga-lembaga tersebut menaungi lebih dari 4.000 tenaga ahli yang selama ini berkontribusi nyata bagi pengembangan pertanian nasional.

“Keberadaan lembaga riset dan perguruan tinggi di Kota Bogor menjadi fondasi penting bagi kemajuan pertanian Indonesia,” ujar Dedie.

Ia menambahkan, kekuatan riset tersebut juga menjadi dasar dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor 2025–2045, dengan visi Kota Sains Kreatif, Maju, dan Berkelanjutan.

Menurut Dedie, tantangan sektor pertanian ke depan tidak lagi sebatas climate change, melainkan telah mengarah pada climate disaster. Karena itu, peran riset dan inovasi menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

“Di sinilah peran para ahli untuk terus menghadirkan pembaruan dan solusi bagi pertanian Indonesia,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI meninjau berbagai hasil riset BRMP, mulai dari ayam kampung unggul baru, inovasi hortikultura, teknologi pertanian modern, hingga pengembangan hilirisasi produk pertanian.

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi ayam kampung unggul baru hasil riset BRMP yang berukuran besar dan mampu menghasilkan hingga 250 butir telur per ekor per tahun. Ia juga memuji kualitas bawang berukuran besar yang dihasilkan lembaga tersebut.

“Komisi IV akan mendorong agar hasil penelitian di sini dapat disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Harapannya, kita bisa mencapai swasembada telur dan bawang. Kita sudah swasembada jagung dan beras, ke depan bawang dan kedelai juga harus menyusul,” ujarnya.

Titiek menegaskan, kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk memastikan lembaga di sektor pertanian berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa riset pertanian membutuhkan waktu yang panjang. Ia mencontohkan, pengembangan satu varietas unggul mangga bisa memakan waktu hingga 10 tahun.

“Penelitian memang tidak bisa menghasilkan dampak instan. Namun ini adalah investasi jangka panjang. Jika tidak dilakukan, kita akan terus tertinggal dan bergantung pada impor,” katanya.

Menurut Fadjry, inovasi pertanian menjadi kunci utama untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Tanpa varietas baru dan teknologi yang tepat, kita akan sulit bersaing. Karena itu, riset harus terus berjalan,” tutupnya. 

(CHY/CTA)

Tags

Terkini