Kementerian PU dan HK Percepat Pemulihan Sungai Pascabencana di Aceh Tenggara

Jumat, 06 Februari 2026 | 10:00:00 WIB
Foto: Dok. Hutama Karya

NUSA AKSARA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggandeng PT Hutama Karya untuk mempercepat pemulihan sungai dan jaringan irigasi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada November 2025 lalu.

Upaya normalisasi saat ini difokuskan di Kecamatan Ketambe, tepatnya di Desa Bener Berpapah. Sebanyak empat unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang dan tanah longsor yang menutup aliran sungai serta merusak akses jalan warga.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bantuan yang diinisiasi Satuan Tugas Penanganan Bencana Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I guna mengoptimalkan percepatan penanganan pascabencana di wilayah terdampak.

Pengawas lapangan PT Hutama Karya, Jainudin, mengatakan bahwa alat berat digunakan untuk memperbaiki sistem aliran air sekaligus memperkuat batas antara badan jalan dan bibir sungai yang sebelumnya amblas terbawa arus.

“Di sini sedang dilakukan normalisasi untuk pengairan. Sudah hampir dua minggu pengerjaan dan ada empat alat berat yang beroperasi,” ujar Jainudin, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan normalisasi, aliran sungai tertutup oleh tumpukan batu dan kayu berbagai ukuran, sehingga tidak hanya menghambat aliran air, tetapi juga menutup akses pejalan kaki dan aktivitas warga sekitar.

“Sekarang sudah mulai terlihat bersih dan alirannya kembali normal. Akses warga juga perlahan sudah bisa digunakan,” jelasnya.

Pemulihan infrastruktur ini akan terus berlanjut hingga seluruh kebutuhan akses masyarakat kembali terpenuhi. Hingga saat ini, normalisasi telah dilakukan di dua titik. Desa Bener Berpapah menjadi lokasi kedua setelah sebelumnya pengerjaan rampung di Desa Lawe Mengkudu yang berjarak sekitar dua kilometer.

“Nanti kami akan berpindah lagi ke desa lain yang masih perlu dibersihkan,” tegas Jainudin.

Dalam proses pengerjaannya, ia menyebut tidak terdapat kendala berarti di lapangan. Selain memperlancar aliran sungai, normalisasi ini diharapkan mampu menekan potensi banjir saat curah hujan tinggi.

Pemerintah desa dan masyarakat setempat turut mendukung kegiatan tersebut dengan membantu proses pengerjaan di lapangan. Dukungan ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan dan menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen Kementerian PU dalam mendukung pemerintah daerah pada seluruh tahapan penanganan pascabencana, khususnya pemulihan infrastruktur dasar.

“Saat ini fokus kami adalah memastikan infrastruktur konektivitas, air bersih, sanitasi, hunian sementara, dan fasilitas publik segera pulih agar masyarakat dapat kembali beraktivitas,” kata Dody.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan layanan irigasi, terutama di wilayah sentra produksi pangan, karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan penghidupan petani.

“Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Jika terjadi gangguan, harus segera ditangani agar saluran kembali berfungsi optimal,” pungkasnya.

(CHY/CTA)

Tags

Terkini