Menkop Ferry Juliantono Tantang Lulusan PTN Bangun Pabrik untuk Kopdes Merah Putih

Senin, 23 Februari 2026 | 12:00:00 WIB
Foto: Instagram @ferry.juliantono

NUSA AKSARA – Ferry Juliantono, Menteri Koperasi RI, menantang lulusan terbaik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk berperan aktif membangun pabrik pengolahan lokal guna memasok gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ajakan tersebut disampaikan Ferry saat menerima audiensi Ketua Pembina Yayasan Indonesia Bangsa Pemenang (YIBP), Maryono, beserta jajaran di Jakarta, Kamis (19/2). Pertemuan strategis itu membahas peluang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem perkoperasian nasional sekaligus merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan dan pendidikan.

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekosistem Koperasi

Dalam pertemuan tersebut, Ferry menegaskan komitmen pemerintah menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha, tetapi juga instrumen utama pemerataan ekonomi masyarakat.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperluas akses pembiayaan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas SDM koperasi agar semakin adaptif, profesional, dan berdaya saing,” ujar Ferry.

Sinergi dengan institusi pendidikan, yayasan, serta pelaku usaha dinilai penting untuk mempercepat transformasi koperasi menuju kelembagaan yang modern, tangguh, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Tantangan untuk Lulusan Terbaik PTN

Salah satu poin krusial dalam audiensi tersebut adalah dorongan langsung kepada generasi muda terdidik. Ferry mengajak lulusan terbaik PTN untuk terjun langsung mendukung program unggulan pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Kontribusi konkret yang diharapkan antara lain:

  • Mendirikan pabrik pengolahan lokal sesuai kebutuhan masyarakat desa.
  • Mengembangkan produk unggulan daerah berbasis potensi alam dan kearifan lokal.
  • Memastikan rantai distribusi produk berjalan lancar melalui jaringan gerai KDKMP di seluruh Indonesia.

Langkah ini diyakini mampu membuka lapangan kerja baru di desa sekaligus memastikan produk rakyat terserap maksimal melalui ekosistem koperasi yang terintegrasi.

Peran Strategis Pendidikan dan Kewirausahaan

Kolaborasi dengan YIBP diharapkan tidak hanya memperkuat sisi kelembagaan koperasi, tetapi juga membangun karakter wirausaha generasi muda. Dengan keterlibatan sarjana terbaik, program KDKMP diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berbasis produksi, distribusi, dan pemasaran secara mandiri.

Upaya ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang pemerintah dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis koperasi.

(CHY/CTA)

Terkini