NUSA AKSARA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan berjalan tepat sasaran, termasuk bagi para santri di lingkungan pesantren. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, saat mengunjungi Pesantren Nurul Islam di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).
Hida menegaskan, kehadiran BGN di pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memastikan layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata dan berkeadilan.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga sehat secara fisik. Karena itu, program MBG diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para santri.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang kuat secara spiritual sekaligus sehat secara fisik. Oleh karena itu, kami ingin memastikan Program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para santri,” ujar Hida dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Kunjungan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya penguatan koordinasi sekaligus pemantauan pelaksanaan Program MBG, terutama pada momentum bulan Ramadhan.
Dalam kesempatan itu, Hida juga mengapresiasi keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarang Tengaran Klero. Menurutnya, unit tersebut tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat sekitar.
Selama Ramadhan, program MBG turut disalurkan sebagai hidangan berbuka puasa bagi para santri dan warga sekitar pesantren. Hal ini dinilai mampu memperluas manfaat program sekaligus memperkuat peran sosialnya di tengah masyarakat.
Hida menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.
“Program MBG bukan sekadar pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara dalam menyiapkan generasi sehat dan cerdas. Kami mengharapkan dukungan seluruh unsur yayasan agar pelaksanaannya berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel,” katanya.