NUSA AKSARA – Memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak terhadap rantai pasok energi global. Kondisi ini turut memengaruhi ketersediaan minyak mentah yang selama ini menjadi salah satu sumber impor bagi Indonesia.
Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina (Persero) memastikan telah menyiapkan berbagai strategi guna menjaga ketahanan energi nasional. Perusahaan pelat merah ini menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tetap dalam kondisi aman.
VP Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang saat ini sedang berjalan. Strategi tersebut mencakup skema reguler, alternatif, hingga langkah darurat untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan.
“Untuk penyediaan energi, kami melakukan beberapa strategi yang saat ini sedang berproses. Baik melalui pola yang selama ini dilakukan maupun opsi lainnya, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik,” ujar Baron di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurut Baron, situasi geopolitik global memang perlu diantisipasi dengan berbagai skenario mitigasi risiko. Namun, Pertamina memastikan sistem pengadaan energi tetap berjalan dan kebutuhan nasional tetap menjadi prioritas utama.
Terkait kemungkinan perubahan sumber impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, Pertamina tidak menyebut adanya penghentian impor secara total. Meski demikian, perusahaan telah menyiapkan berbagai skema alternatif sebagai langkah antisipatif jika terjadi gangguan pasokan.
Belakangan muncul kabar bahwa Pertamina membuka peluang impor minyak dari sejumlah negara lain, termasuk Singapura. Menanggapi hal itu, manajemen menyatakan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga.
“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dari government, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” kata Baron.
Sementara itu, terkait rencana pengalihan impor minyak mentah ke Amerika Serikat, Pertamina menyebut prosesnya masih dalam tahap berjalan. Perusahaan belum dapat merinci lebih lanjut mengenai implementasi kebijakan tersebut.
Kendati demikian, Pertamina memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal dan stok energi nasional dalam kondisi aman.
“Untuk pelaksanaan impor seperti yang kami sampaikan, saat ini sedang berproses. Kami tetap mengedepankan tata kelola yang baik,” pungkas Baron.
(CHY/CTA)