Diresmikan Gubernur DKI, Taman Bendera Pusaka Buka 24 Jam untuk Warga Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 | 20:00:00 WIB
FOTO: Dokumentasi Pemprov DKI

NUSA AKSARA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan pada Sabtu (14/3). Ruang terbuka hijau ini merupakan hasil integrasi tiga taman kota, yaitu Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat.

Dikutip dari siaran pers Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kawasan tersebut memiliki luas sekitar 5,6 hektare dan dirancang sebagai ruang publik yang nyaman serta mudah diakses masyarakat.

Peresmian taman turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Ruang Publik untuk Aktivitas Warga

Gubernur Pramono mengatakan taman ini diharapkan menjadi ruang aktivitas baru bagi warga Jakarta. Kawasan tersebut dilengkapi lintasan jogging sepanjang 1,2 kilometer yang dapat digunakan untuk olahraga maupun rekreasi.

“Dengan luas sekitar 5,6 hektare dan jogging track sepanjang 1,2 kilometer, taman ini diharapkan menjadi salah satu pilihan ruang publik bagi warga Jakarta untuk berolahraga maupun beraktivitas,” ujar Pramono.

Menurutnya, pengembangan taman ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memperluas ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Desain Terinspirasi Filosofi Sang Saka Merah Putih

Konsep desain Taman Bendera Pusaka terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih. Ide tersebut diterapkan melalui pembagian dua zona utama yang memiliki karakter berbeda.

Zona merah dirancang sebagai area aktif dan dinamis, sedangkan zona putih menjadi ruang yang lebih tenang dan reflektif. Kedua area itu dihubungkan jalur pedestrian, jembatan penghubung, dan ruang terbuka yang memungkinkan pengunjung bergerak di seluruh kawasan taman.

Taman ini juga dilengkapi berbagai jenis vegetasi. Tercatat terdapat 12 jenis tanaman dengan sekitar 285 pohon yang ditanam di kawasan tersebut.

Beberapa di antaranya termasuk pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi.

Fasilitas Olahraga dan Ruang Komunitas

Selain ruang hijau, taman ini menyediakan sejumlah fasilitas olahraga dan rekreasi bagi masyarakat. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain lapangan padel serta lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk basket, tenis, dan bulu tangkis.

Terdapat pula amphitheater yang dapat dimanfaatkan komunitas untuk berbagai kegiatan dan pertunjukan.

Untuk memudahkan akses pengunjung, kawasan taman dilengkapi terowongan penghubung yang menghubungkan area taman satu dengan lainnya.

Di kawasan tersebut juga terdapat patung Ibu Fatmawati, tokoh yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih.

Patung tersebut dibuat oleh pematung Teguh Ostenrik, sementara desain arsitektur kawasan dirancang oleh arsitek Yori Antar.

“Mudah-mudahan taman ini memberikan manfaat besar bagi warga Jakarta. Selain menjadi ruang rekreasi dan olahraga, taman ini juga diharapkan menjadi ruang publik yang memperkuat interaksi sosial masyarakat,” kata Pramono.

Dibuka 24 Jam dan Dilengkapi Sistem Keamanan

Taman Bendera Pusaka dibuka selama 24 jam untuk masyarakat. Kawasan tersebut juga dilengkapi CCTV serta sistem keamanan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

Terkait pembangunannya, Pramono menegaskan proyek ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pembangunan taman ini sepenuhnya merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L), sehingga tidak menggunakan dana APBD,” jelasnya.

Imbauan Gunakan Transportasi Publik

Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik saat berkunjung ke taman tersebut.

Lokasi taman berada di kawasan yang relatif dekat dengan akses transportasi umum, termasuk jaringan transportasi dari kawasan Blok M.

“Kami mengimbau masyarakat yang ingin berkunjung ke taman ini sebaiknya menggunakan transportasi publik. Aksesnya cukup mudah dari berbagai arah. Jika semua datang dengan kendaraan pribadi, tentu kapasitas parkir yang tersedia tidak akan mencukupi,” tutup Pramono.

(CHY)

Terkini