Rano Karno Tinjau Anjungan DKI, Siapkan Revitalisasi Digital

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:00:00 WIB
FOTO: Dokumentasi Pemprov DKI

NUSA AKSARA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau Anjungan DKI Jakarta di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Minggu (29/03/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan revitalisasi kawasan tersebut.

Dilansir dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta, revitalisasi akan mengusung konsep baru dengan pendekatan jangka panjang hingga 20 tahun ke depan.

Arah Baru Berbasis Digital

Rano menjelaskan bahwa pengembangan anjungan akan diarahkan pada pengalaman yang lebih imersif dengan memanfaatkan teknologi digital. Pendekatan ini disesuaikan dengan perubahan cara pandang generasi muda terhadap ruang edukasi dan budaya.

“Sekarang anak-anak sudah punya pandangan yang berbeda. Kita harus bersiap ke arah digital karena memang itu eranya,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini penting agar anjungan tetap relevan sebagai ruang pembelajaran dan promosi budaya di tengah perkembangan teknologi.

Showcase Budaya Jakarta

Anjungan DKI Jakarta direncanakan menjadi ruang yang menampilkan budaya Betawi serta keberagaman masyarakat Jakarta secara lebih luas. Konsep ini diharapkan mampu memperkuat fungsi anjungan sebagai media edukasi sekaligus promosi.

Rano menilai anjungan tersebut memiliki potensi untuk menjadi representasi budaya Jakarta di tingkat nasional.

Skema Pembiayaan dan Tahapan Proyek

Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta telah direncanakan sejak dua tahun terakhir oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Pembiayaan proyek menggunakan skema kombinasi antara sumber non-APBD dan APBD.

“Revitalisasi ini telah direncanakan sejak 2024 oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp77,5 miliar,” ungkap Rano.

Untuk tahap awal, pembiayaan sebesar Rp25 miliar pada 2026 didukung oleh PT Wisma Nusantara Internasional. Pemprov DKI Jakarta juga mengupayakan tambahan Rp25 miliar dari skema yang sama.

Sisa kebutuhan anggaran sebesar Rp27,5 miliar direncanakan dipenuhi melalui APBD Tahun Anggaran 2027.

Target Rampung dan Pemanfaatan

Dilansir dari siaran pers yang sama, proses penghapusan aset dijadwalkan dimulai pada April 2026. Sementara itu, pembangunan konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026.

“Proses penghapusan aset dijadwalkan dimulai pada April 2026, sedangkan pembangunan konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026. Revitalisasi ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun, sehingga Anjungan DKI Jakarta dapat kembali difungsikan pada peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta,” pungkas Rano.

Revitalisasi ini diharapkan menghadirkan ruang budaya yang lebih adaptif, dengan menggabungkan unsur tradisi dan teknologi dalam satu kawasan.

(CHY)

Terkini