NUSA AKSARA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung penanganan siswa yang terdampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis di RSKD Duren Sawit, Sabtu (4/4). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
Dilansir dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta, kejadian ini berkaitan dengan layanan dari SPPG Pondok Kelapa II yang berdampak pada siswa di empat sekolah di Jakarta Timur.
Puluhan Siswa Dirawat di Tiga Rumah Sakit
Pramono menyampaikan sebanyak 72 siswa menjalani perawatan di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum. Sebagian siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, tercatat sebanyak 72 orang. Ada beberapa yang sempat datang, tetapi tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Kondisi Pasien Relatif Stabil
Pramono menjelaskan gejala yang dialami siswa umumnya berupa demam, mual, muntah, dan diare. Meski demikian, kondisi para pasien saat ini dinilai stabil.
“Gejala yang dialami umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun, saat ini kondisi para pasien relatif stabil. Kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas,” ucapnya.
Pemprov DKI Jakarta terus memantau kondisi siswa yang masih menjalani perawatan maupun observasi.
Biaya Pengobatan Ditanggung Pemerintah
Pemprov DKI Jakarta juga telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional terkait penanganan lanjutan. Seluruh biaya pengobatan dan pemulihan siswa dipastikan ditanggung oleh pemerintah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” tandas Pramono.
Proses Evaluasi dan Penelusuran Penyebab
Dilansir dari siaran pers yang sama, langkah penelusuran penyebab kejadian sedang dilakukan melalui koordinasi antara Badan Gizi Nasional dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur.
Selain itu, operasional SPPG Pondok Kelapa II untuk sementara dihentikan sebagai bagian dari proses evaluasi.
Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan, termasuk alternatif penyedia layanan agar program tetap berjalan di sekolah lain.
Dukungan dan Pengawasan Program MBG
Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan pemerintah pusat, dengan penguatan pengawasan sebagai langkah evaluasi.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Pemprov DKI Jakarta akan terus mengawal penanganan ini secara serius, memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, serta berkoordinasi erat dengan pihak terkait agar langkah penanganan dan evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh,” urainya.
“MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat dan kami sepenuhnya mendukung pelaksanaannya. Kehadiran kami di sini untuk memastikan anak-anak mendapatkan penanganan terbaik. Kami juga akan melakukan evaluasi agar ke depan pelaksanaan program ini semakin baik dan aman bagi seluruh peserta,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian bersama dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar keamanan dan kesehatan.
(CHY)