Pemerintah Dorong Energi Bersih untuk Kurangi Impor BBM

Jumat, 10 April 2026 | 16:00:00 WIB
FOTO: Dokumentasi BPMI Setpres

NUSA AKSARA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Hal ini disampaikan saat peresmian fasilitas kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (09/4/2026).

Informasi tersebut dikutip dari sambutan Presiden yang menempatkan energi sebagai sektor strategis selain pangan. Pemerintah menilai kemandirian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan nasional.

“Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan,” tegas Presiden.

Arah Kebijakan Transisi Energi

Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan mempercepat transisi dari energi fosil menuju energi bersih dan terbarukan. Elektrifikasi menjadi salah satu langkah utama dalam strategi tersebut.

“Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon,” ujarnya.

Dalam siaran pers yang sama, Prabowo menegaskan kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis karbon.

Target Kapasitas Listrik Nasional

Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt dalam waktu relatif singkat. Program ini menjadi bagian dari penguatan sistem energi nasional.

Dikutip dari keterangan Presiden, peningkatan kapasitas tersebut akan diiringi dengan efisiensi penggunaan energi.

Penghentian Bertahap PLTD

Sebagai bagian dari strategi efisiensi, pemerintah akan menghentikan secara bertahap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Langkah ini dinilai dapat mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan.

“Dari menutup itu, kita akan menghemat 200 ribu barel sehari. Kita masih perlu impor, sekarang ini 1 juta barrel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen,” jelas Presiden.

Kurangi Ketergantungan Impor BBM

Presiden menyampaikan bahwa langkah-langkah tersebut akan berdampak pada penurunan impor bahan bakar minyak. Dalam jangka menengah, Indonesia ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan tersebut secara signifikan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan energi alternatif berbasis sumber daya domestik, termasuk pengolahan kelapa sawit dan limbah minyak goreng menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

Optimisme Capai Kemandirian Energi

Presiden menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian energi. Pengelolaan sumber daya dinilai menjadi kunci utama.

“Kita punya kekuatan besar, kita benar sungguh-sungguh, kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” pungkasnya.

Dikutip dari keterangan resmi, pemerintah menargetkan langkah ini dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

(CHY)

Tags

Terkini