NUSA AKSARA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Festival Karya Anak Jakarta 2026 sebagai ruang ekspresi bagi peserta didik. Kegiatan ini berlangsung di Taman Bendera Pusaka dan diikuti ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Dilansir dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta, festival ini mengusung tema “Gerak, Bikin, Tunjukin” sebagai dorongan bagi siswa untuk aktif berkarya dan menampilkan hasil pembelajaran di ruang publik.
Pendidikan Tak Hanya Akademik
Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan bahwa festival ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang lebih menyeluruh.
“Festival ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa proses pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang aktif, kreatif, dan percaya diri dalam menampilkan karya kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengembangan karakter dan keterampilan selain capaian akademik.
Ruang Kolaborasi Pelajar Jakarta
Festival ini menjadi bagian dari program Jakarta Kanvas Pelajar yang mendorong partisipasi aktif siswa. Kegiatan diikuti pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
Dilansir dari siaran pers yang sama, pemilihan lokasi di Taman Bendera Pusaka juga mencerminkan ruang publik yang terintegrasi dan terbuka bagi masyarakat.
Ragam Pertunjukan dan Karya Siswa
Berbagai penampilan ditampilkan dalam festival ini, mulai dari pertunjukan seni hingga demonstrasi keterampilan siswa. Parade pelajar, musik, dan seni tari menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
“Berbagai atraksi ditampilkan, mulai dari parade kostum profesi, parade bakat seperti silat, karate, marawis, angklung, hingga egrang, demonstrasi keterampilan siswa SMK, serta pertunjukan seni musik dan tari,” kata Nahdiana.
Kegiatan ini mencerminkan keberagaman potensi dan bakat siswa.
Kesiapan Hadapi Dunia Kerja
Siswa SMK turut berpartisipasi melalui pameran dan demonstrasi berbagai bidang keahlian. Lebih dari 50 bidang keahlian dari 25 sekolah ditampilkan dalam kegiatan ini.
“Ini mencerminkan semangat dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan industri,” ujar Nahdiana.
Keterlibatan duta pelajar juga menjadi bagian dari penguatan peran siswa dalam kegiatan pendidikan.
Dorong Pendidikan Inklusif dan Inovatif
Festival ditutup dengan penampilan karya busana siswa yang mengangkat budaya tradisional Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi satuan pendidikan untuk terus menciptakan ruang pembelajaran yang inovatif serta mendorong peserta didik berani bergerak, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaiknya,” pungkas Nahdiana.
Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendorong pendidikan yang inklusif, partisipatif, dan berbasis kreativitas.
(CHY)