Jakarta Belajar dari Kopenhagen Bangun Kota yang Lebih Livable

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:00:00 WIB
FOTO: Dokumentasi Pemprov DKI

NUSA AKSARA – Delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dipimpin Wakil Gubernur Rano Karno melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Kopenhagen pada Senin (18/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Jakarta mempercepat transformasi menuju kota yang lebih nyaman dihuni, hijau, inklusif, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.

Kopenhagen sendiri dikenal sebagai salah satu kota paling livable di dunia dengan sistem transportasi, ruang publik, dan tata kota yang ramah warga.

Jakarta dan Kopenhagen Bahas Kota Berkelanjutan

Pertemuan berlangsung dalam tiga sesi utama yang membahas pengelolaan kota berkelanjutan, jejaring kota global, hingga strategi penguatan ekonomi perkotaan.

Pada sesi pertama, Jakarta dan Kopenhagen membahas kerja sama melalui jejaring C40 Cities yang selama ini menjadi wadah kolaborasi kota-kota dunia dalam menghadapi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Jakarta dan Kopenhagen sama-sama telah menjadi anggota C40 sejak 2006.

Saat ini, Lord Mayor Kopenhagen menjabat Vice Chair kawasan Eropa, sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadi Vice Chair kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO).

Kopenhagen Utamakan Kenyamanan Warga

Pada sesi kedua, Pemerintah Kota Kopenhagen memaparkan strategi pembangunan kota yang mengutamakan kualitas hidup masyarakat.

Beberapa fokus utamanya meliputi ruang publik yang nyaman, jalur sepeda, kawasan tepi air yang bersih, hingga ruang kota yang mudah diakses seluruh warga.

Pemerintah Kota Kopenhagen juga menilai konsep kota livable tidak bisa disamaratakan karena setiap kota memiliki karakter berbeda.

Untuk Jakarta sebagai kota tropis, misalnya, kebutuhan ruang teduh dan area interaksi publik disebut menjadi elemen penting.

Jakarta Mulai Benahi Kota Tua

Dalam sesi bilateral bersama Andreas Kiel, Rano Karno mengatakan pengalaman Kopenhagen sebagai kota berusia lebih dari 900 tahun menjadi inspirasi penting bagi Jakarta.

Menurutnya, Jakarta saat ini tengah mulai menata kawasan Kota Tua agar lebih hidup tanpa kehilangan identitas sejarahnya.

Pemprov DKI Jakarta telah membentuk tim revitalisasi Kota Tua berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1153 Tahun 2025 dengan Rano Karno sebagai Ketua Revitalisasi dan Penataan Kota Tua.

Pengembangan dilakukan bersama pemerintah pusat, komunitas, pelaku usaha, dan sektor swasta.

Jakarta Ingin Jadi Kota Global yang Tetap Punya Identitas

Rano menegaskan Jakarta ingin berkembang menjadi kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dihuni dan tetap memiliki karakter budaya yang kuat.

“Jakarta sedang memperkuat transformasi menuju kota global yang nyaman dihuni dan berpihak pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Rano.

Sementara Andreas Kiel menyebut Jakarta memiliki semangat besar untuk berkembang menjadi kota global yang inspiratif.

“Kota yang baik bukan hanya soal pembangunan, tetapi bagaimana menghadirkan kualitas hidup dan masa depan berkelanjutan bagi seluruh warga,” katanya.

Kota Modern Tak Lagi Hanya Soal Gedung Tinggi

Kunjungan ke Kopenhagen menunjukkan perubahan cara pandang terhadap pembangunan kota modern.

Kini, ukuran kemajuan kota tidak lagi hanya dilihat dari gedung tinggi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kenyamanan ruang publik, akses transportasi, kualitas lingkungan, hingga kesejahteraan masyarakatnya.

Bagi Jakarta, tantangan menuju kota global kini bukan sekadar membangun infrastruktur besar, tetapi juga menghadirkan kota yang lebih manusiawi, hijau, dan nyaman untuk ditinggali.

(CHY)

Tags

Terkini