Identitas Permainan Timnas Indonesia Era John Herdman Dinilai Masih Inkonsisten

Selasa, 15 September 2026 | 16:01:01 WIB
Ilustrasi. Foto: Generate AI

NUSAAKSARA — Evaluasi tajam datang untuk tim nasional Indonesia dari Supriyono Prima. Ia menyoroti ketidakstabilan performa tim sejak periode FIFA Series hingga persiapan menuju turnamen regional tersebut.

"Belum kuat ya, saya lihat identitasnya masih belum kuat ya. Kalau dari FIFA Matchday kemudian ke AFF kan masih inkonsistensi," ujar Supriyono.

Fokus utama kritikannya terletak pada minimnya kreativitas ketika skema serangan tersumbat. Supriyono mempertanyakan opsi taktis jika pemain kunci seperti Dony Tri Pamungkas tidak memiliki ruang gerak di sisi kiri lapangan.

"Ketika buntu, mau masuk di area tengah itu kreativitasnya seperti apa. Ketika Dony (Tri Pamungkas) tidak memiliki banyak ruang, opsi berikutnya seperti apa?" tanyanya retoris.

Tuntutan Pembagian Tugas dan Peran Miliano Jonathans

Pengamat jebolan PSSI Primavera ini juga melihat adanya kabut dalam pembagian tugas antarpemain di lapangan. Hal ini menjadi krusial ketika Tim Merah Putih harus membongkar pertahanan lawan yang menerapkan strategi bertahan penuh atau low block.

Sebagai solusi variasi serangan, Supriyono menunjuk nama Miliano Jonathans. Pemain sayap ini dinilai mampu memberikan dimensi berbeda jika pulih tepat waktu dari cedera.

Ia bahkan menyamakan gaya bermain Miliano dengan legenda Belanda, Arjen Robben. Kecepatan dan kemampuan memotong ke dalam menjadi senjata utama yang diharapkan bisa memecah kebuntuan.

"Dia (Miliano) punya bola, cutting inside ke dalam dengan kaki kiri. Dia punya kecepatan, ada eksplosifnya juga," jelas Supriyono.

Sistem Lebih Penting daripada Nama Besar

Mengenai kegagalan di Piala AFF sebelumnya, Supriyono menolak alasan absennya tujuh pemain diaspora sebagai penyebab tunggal. Ia justru mengingatkan bahwa dominasi permainan sempat terlihat saat kalah tipis 1-0 dari Bulgaria di ajang FIFA Series.

Menurutnya, fondasi sepak bola adalah sistem yang berjalan, bukan ketergantungan pada individu tertentu. Jika kerangka taktik sudah benar, rotasi pemain seharusnya tidak berdampak fatal pada hasil akhir.

"Sepak bola itu sistem. Mau siapa pun yang main, kalau sistemnya sudah benar, sebenarnya aman. Jangan sampai ketergantungan ke pemain tertentu jadi alasan kegagalan," tegasnya.

Jadwal Perdana Lawan Singapura

Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Laga pembuka akan berlangsung pada Jumat (25/9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Publik kini menunggu apakah Herdman mampu meredam kritik tersebut dengan menampilkan identitas permainan yang lebih solid dan konsisten di kandang sendiri.

Terkini