TPA Cipayung Depok Longsor akibat Overload, DLHK Kerahkan 5 Alat Berat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:01:01 WIB
Petugas mengerahkan alat berat untuk menangani longsor di TPA Cipayung, Depok.

NUSAAKSARA.COM — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok mengerahkan satu buldoser dan empat ekskavator untuk menangani longsor di TPA Cipayung yang dipicu daya tampung berlebih. Longsor mempersempit area manuver kendaraan, menghambat proses penanganan sampah di fasilitas pembuangan akhir kota itu.

Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni menyatakan longsor di TPA Cipayung membuat akses alat berat menyempit. Penambahan armada dilakukan agar proses penanganan dan penataan area manuver bisa berjalan lebih cepat.

"Saat ini terjadi penyempitan area manuver di TPA Cipayung, tapi sudah kami tangani walaupun belum maksimal," ujar Reni, dikutip dari situs Pemkot Depok.

Daya Tampung TPA Cipayung Lewat Batas

Reni menyebut longsor terjadi karena daya tampung TPA Cipayung sudah overload. Keterbatasan alat berat memperparah kondisi, sehingga penanganan tidak bisa langsung tuntas.

Untuk mengatasinya, DLHK menambahkan satu unit buldoser dan empat unit ekskavator. Reni berharap penambahan itu mempercepat penataan area manuver di lokasi.

"Harapannya dengan penambahan alat berat ini dapat mendukung proses penanganan dan penataan area manuver di TPA Cipayung," tambahnya.

Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah

DLHK mengimbau masyarakat memilah sampah sejak dari rumah untuk mengurangi beban TPA. Sampah organik akan diangkut armada khusus untuk diolah menjadi kompos atau pakan maggot.

Sampah anorganik dapat diserahkan ke bank sampah setempat agar punya nilai guna dan ekonomi. Langkah itu dinilai bisa memangkas volume sampah yang masuk ke TPA.

"Pemilahan sampah dari sumber diharapkan dapat mengurangi beban TPA Cipayung, jadi sampah yang masuk ke hanya sampah residu karena dapat memperpanjang usia TPA Cipayung dan tidak memiliki nilai ekonomis," tutup Reni.

Beban TPA dan Perilaku Warga

Longsor di TPA Cipayung menambah daftar persoalan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan. Volume sampah yang terus masuk tanpa pemilahan membuat usia pakai fasilitas pembuangan cepat berkurang.

Penanganan dengan alat berat hanya bersifat sementara. Tanpa pengurangan volume sampah dari sumber, risiko serupa bisa terulang di kemudian hari.

Terkini