NUSAAKSARA.COM — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi menghadirkan layanan mobile banking BRImo Junior yang menyasar nasabah anak hingga usia 17 tahun. Layanan ini dirancang untuk mengenalkan aktivitas keuangan dasar, dari mengelola rekening tabungan hingga transaksi pembayaran digital, dengan pengawasan orang tua. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BRI memperkuat literasi keuangan sejak dini di segmen nasabah muda.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyatakan pengembangan BRImo Junior merupakan bagian dari upaya perseroan menghadirkan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah dari berbagai kelompok usia. Menurutnya, literasi keuangan perlu dibangun sejak dini agar anak terbiasa mengelola uang secara bertanggung jawab.
Fitur dan Cara Kerja BRImo Junior
BRImo Junior memungkinkan anak mengenal berbagai aktivitas keuangan dasar. Mulai dari mengelola rekening tabungan hingga melakukan transaksi pembayaran digital. Seluruh penggunaan layanan tetap berada dalam pendampingan orang tua, sehingga anak dapat belajar menggunakan layanan perbankan secara bertahap sesuai kebutuhannya.
Orang tua memegang peran kunci dalam pemantauan aktivitas keuangan anak melalui aplikasi BRImo. Dengan begitu, pengawasan tidak terputus meski anak mulai bertransaksi secara mandiri.
Onboarding Hanya Sekitar Lima Menit
Saladin menyebut BRImo Junior menawarkan proses onboarding yang cepat dan sederhana. Proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima menit, sehingga memudahkan orang tua memberikan akses layanan perbankan digital kepada anak.
"Literasi keuangan perlu mulai dibangun sejak dini. Melalui BRImo Junior, kami ingin memberikan ruang bagi anak untuk mulai mengenal bagaimana mengelola uang dan melakukan transaksi keuangan secara bertanggung jawab, tentunya dengan pendampingan dan pemantauan yang simpel dan mudah oleh orang tua di dalam BRImo," ujar Saladin dalam keterangan resmi.
Arti bagi Orang Tua dan Nasabah Muda
Kehadiran BRImo Junior memperluas jangkauan layanan digital BRI ke segmen nasabah yang lebih muda. Orang tua kini punya opsi untuk memperkenalkan perbankan digital tanpa harus melepas pengawasan sepenuhnya. Anak pun dapat belajar bertransaksi dengan batasan yang diatur orang tua.
Bagi BRI, langkah ini berpotensi memperkuat basis nasabah muda sekaligus membangun kebiasaan finansial yang melekat hingga dewasa. Nasabah yang mengenal layanan BRI sejak dini cenderung lebih loyal dalam jangka panjang.
Pengembangan layanan ini sejalan dengan tren perbankan digital yang makin menyasar kelompok usia muda. Sejumlah bank besar di Indonesia juga berlomba menghadirkan produk serupa untuk menangkap potensi pasar nasabah anak dan remaja.