Puan Maharani Ingatkan TNI Tak Lupakan Rakyat di Tengah Modernisasi Pertahanan

Senin, 05 Oktober 2026 | 13:00:32 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 5 Oktober.

NUSAAKSARA.COM — Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan Tentara Nasional Indonesia tidak boleh menjauh dari rakyat meski organisasi dan peralatan pertahanan terus dimodernisasi. Ia menyampaikan pesan itu pada upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 5 Oktober, yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara.

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Tentara Nasional Indonesia menjaga jarak dengan rakyat di tengah penguatan organisasi dan modernisasi pertahanan. Menurut dia, TNI lahir dari rakyat sehingga kekuatannya harus tetap dipakai untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

Pesan itu disampaikan Puan saat menghadiri upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 5 Oktober. Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara.

"Sebagai prajurit yang lahir dari rahim rakyat, TNI tidak boleh lupa akan akarnya, yaitu rakyat. Karena itu, kekuatan TNI harus selalu berpihak kepada rakyat, bangsa, dan negara," kata Puan.

Kesejahteraan Prajurit Jadi Syarat Investasi Pertahanan

Puan menilai tantangan pertahanan kian rumit karena situasi geopolitik global berubah cepat dan teknologi berkembang pesat. Pembangunan pertahanan, ujarnya, tidak cukup hanya dengan menambah alat dan satuan.

Kesiapan prajurit dan kemampuan negara mempertahankan kekuatan itu dalam jangka panjang dinilainya sama penting. "Situasi geopolitik global yang dinamis menuntut TNI untuk terus menjadi prajurit yang profesional, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujarnya.

Puan menyoroti tema HUT ke-81 TNI, "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur", yang menurut dia menunjukkan hubungan langsung antara kekuatan pertahanan dan masyarakat yang dilindungi. Kedekatan dengan rakyat, katanya, harus dibangun lewat pengabdian yang menghormati hukum, menjaga keselamatan masyarakat, dan mempertahankan kepercayaan publik.

Ia menekankan penguatan organisasi perlu diikuti pendidikan, latihan, pemeliharaan, serta perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya. "Kepastian kesejahteraan, pelayanan kesehatan, dan dukungan bagi keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab negara terhadap mereka yang menjalankan pengabdian," kata Puan.

Satuan Baru TNI di Tiga Matra

Dalam upacara tersebut, Prabowo melantik dan mengukuhkan sejumlah satuan baru TNI. Di TNI Angkatan Darat, ada enam Komando Daerah Militer, Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, serta tiga batalyon bantuan tempur.

TNI Angkatan Laut mendapat satu Brigade Infanteri Marinir dan empat Batalyon Marinir. TNI Angkatan Udara menerima satu Divisi II Korpasgat, satu Brigade Korpasgat, tiga Batalyon Korpasgat, satu Skadron Pendidikan, dua Skadron Udara, dan dua Satuan Radar.

Puan berharap penambahan satuan itu memperkuat kemampuan TNI menjaga wilayah dan kedaulatan Indonesia. Namun, ia mengingatkan penguatan organisasi harus berjalan seiring perhatian pada prajurit.

Peran Saat Bencana dan Koordinasi Lapangan

Puan juga menyinggung peran prajurit dalam membantu masyarakat saat bencana dan keadaan darurat. Tugas itu, menurut dia, perlu ditopang koordinasi yang jelas agar bantuan kepada warga berjalan efektif tanpa mengurangi kesiapan pertahanan.

"Pendidikan, latihan, pemeliharaan, dan kesejahteraan prajurit harus memperoleh perhatian bersama agar investasi pertahanan menghasilkan kemampuan yang dapat diandalkan," ujarnya.

Puan meminta TNI terus menjadi kekuatan pertahanan yang profesional sekaligus menjaga hubungan dengan masyarakat. "Teruslah menjadi kekuatan pertahanan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia," katanya.

Terkini