Dua Pelajar Tewas di Alam Sutera Saat Dikejar Kelompok Bersajam

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:01:31 WIB
Dua pelajar tewas di trotoar Jalan Alam Sutera setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pembatas jalan.

NUSAAKSARA.COM — Dua pelajar tewas di trotoar Jalan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pembatas jalan saat dikejar kelompok pelajar bersenjata tajam. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan pengejar mengayunkan samurai ke arah korban sebelum sepeda motor korban menghantam trotoar dan tiang listrik. Polisi telah menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam dalam peristiwa yang terjadi Jumat (9/10) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasie Humas Polres Tangerang Selatan Iptu Wahyuni menyatakan kedua korban bersama teman-temannya baru selesai menjadi suporter pertandingan futsal di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera ketika kelompok pelajar lain datang dari arah Graha Raya. Menurut Wahyuni, kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam.

Korban dan teman-temannya berupaya menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera. Dalam perjalanan, mereka diduga dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia.

Rekaman CCTV Tunjukkan Pengejaran dan Ayunan Samurai

Rekaman kamera pengawas yang beredar memperlihatkan empat sepeda motor melaju di sisi kiri jalan raya. Dua sepeda motor paling depan melaju kencang, sementara sepeda motor ketiga yang ditumpangi kedua korban tampak dikejar satu sepeda motor lain di belakangnya.

Pengendara di belakang sepeda motor korban terlihat memegang senjata tajam berukuran besar. Sajam itu sempat diayunkan ke arah kedua korban hingga sepeda motor korban menghantam trotoar jalan.

Kedua korban terpelanting ke trotoar. Satu orang yang ikut berboncengan di sepeda motor yang sama masih bisa berdiri setelah kendaraan itu jatuh dan terseret kencang. Setelah korban terjatuh, sepeda motor pelajar yang mengejar langsung melaju menjauh. Tiga orang pelajar tampak berboncengan di atas sepeda motor pengejar.

Korban Tewas di Lokasi, Tidak Ditemukan Luka Sabetan

Kedua pelajar yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan. Keduanya meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Seorang pelajar lain berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.

Tim Inafis Polres Tangerang Selatan bersama pihak RSUD Kabupaten Tangerang mengecek menyeluruh kedua korban. "Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang, tidak ditemukan luka bekas sabetan senjata tajam maupun luka tusuk," kata Wahyuni.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan dahi, yang diduga akibat benturan dengan benda keras.

Tiga Pelajar SMK Ciledug Ditangkap, Celurit hingga Golok Disita

Unit Reskrim Polsek Serpong menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam setelah mengecek lokasi dan melakukan serangkaian penyelidikan. Ketiga pelajar SMK di Ciledug itu berstatus anak berhadapan dengan hukum.

"Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya diamankan di kediaman masing-masing," jelas Wahyuni.

Polisi menyita barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, dan satu bilah golok. Satu unit sepeda motor juga ikut diamankan.

Dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong dengan memperhatikan ketentuan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum. Penanganan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua pelajar meninggal dunia ditangani Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan.

Polisi Dalami Keterkaitan Pengejaran dengan Kecelakaan

Wahyuni menyampaikan pihaknya masih mendalami rangkaian kejadian untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh, termasuk dugaan pengejaran dan keterkaitan kelompok pembawa sajam dengan kecelakaan yang terjadi.

Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar menyampaikannya kepada pihak kepolisian atau melalui layanan Kepolisian 110. Orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja serta memperkuat komunikasi dan pembinaan.

"Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain," pungkas Wahyuni.

Terkini